0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Selidiki Kasus Setnov, Kejagung Kurang Greget?

HM Prasetyo (merdeka.com)

Timlo.net – Kejaksaan Agung (Kejagung) sulit mengungkap dugaan pemufakatan bagi-bagi saham PT Freeport Indonesia yang menyeret nama Ketua DPR Setya Novanto (Setnov). Padahal, waktu sudah berjalan selama kurang lebih dua pekan sejak penyelidikan awal.

“Pengungkapannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Penyelidikan butuh waktu dan kita masih kerja,” kata Jaksa Agung, HM Prasetyo kemarin.

Menurutnya, membutuhkan waktu panjang untuk menaikkan status penyelidikan ke tahap penyidikan dalam kasus yang juga dikenal ‘Papa Minta Saham’ itu. Salah satunya masih diperlukannya keterangan sejumlah saksi terkait pertemuan membahas kontrak karya Freeport itu.

Prasetyo menegaskan tidak bakal pandang bulu untuk memeriksa pihak diduga terkait kasus itu, termasuk memanggil Setya Novanto dan pengusaha minyak dan gas, Riza Chalid yang disebut-sebut sebagai otak dibalik pemufakatan itu. Sebab, hingga kini dua orang ini belum juga diperiksa Kejagung.

Baru ada tiga orang yang diperiksa yakni Menteri ESDM Sudirman Said, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan sekretaris pribadi Setya Novanto.

“Siapapun yang kita nilai punya peran dalam perkata tersebut akan kita undang untuk dimintai keterangan,” ujar dia.

Penegasan Prasetyo itu berbanding terbalik sejak awal mengusut kasus pemufakatan berujung korupsi ini. Awal penyelidikan, mantan politikus NasDem itu mengatakan bakal mengusut tuntas kasus tersebut dengan melihat dari inisiator pertemuan pemufakatan kontrak PT Freeport pada 8 Juni 2015 lalu di Hotel Ritz Carlton yang dihadiri Riza Chalid serta Maroef Sjamsoeddin.

Padahal menurut Direktur Penyidik pada Jaksa Muda Pidana Khusus, Fadil Jumhana, Setya Novanto merupakan inisiator pertemuan tersebut.

“Inisialnya bukan Maroef, tapi kurang lebih SN,” kata Fadil.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge