0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pj Walikota Minta Kirab Budaya di Solo Digabung

Foto kenangan, Pj Walikota Solo, Budi Suharto (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo —  Pejabat Walikota (Pj) Walikota Solo Budi Suharto meminta pelaksanaan kirab budaya dievaluasi. Terlalu banyak kirab budaya dianggap belum memperhatikan aspek kualitas.

“Terlalu banyak even budaya. Mohon maaf, saya tidak mengecilkan greget, inisiatif, partisiapasi masyarakat. Tetapi kadang-kadang disebut kirab hanya naik becak, jalan, seperti itu. Begitu-begitu saja,” kata Budi Suharto kepada wartawan, Selasa (15/12).

Menurut Budi, masyarakat juga terlihat mulai jenuh dengan pelaksanaan kirab yang monoton. Disamping itu, efek negatif seperti kemacetan akibat penutupan jalan juga membuat masyarakat semakin jenuh.

Ke depan, Budi mengusulkan agar kirab budaya antar kelurahan atau kecamatan diintegrasikan sehingga tidak terlalu banyak kirab setiap tahunnya. Penggabungan kirab ini juga untuk lebih meningkatkan kualitas kirab budaya agar lebih menarik wisata.

“Saya sependapat dikompakne (digabungkan) harinya, waktunya. Harus lebih berkualitas dan diintegrasikan antar wilayah. Itu bukan mengurangi, tetapi disatukan,” ujar Budi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Eny Tyasni Suzana mengungkapkan, jumlah anggaran even budaya tahun depan mengalami penurunan hingga Rp 10 miliar. Jika di tahun ini, anggaran even budaya sebesar Rp 15 miliar, tahun depan hanya dianggarkan Rp 5 miliar.

“Kami sudah lakukan evaluasi dan memang perlu dilakukan pemangkasan anggaran. Kami berharap anggaran yang tetap dianggarkan bisa dikelola dengan baik,” ujarnya.

 

 

 

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge