0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Serentak

Bawaslu: Money Politics Merata di Jateng

Pilkada serentak (dok.timlo.net/gg)

Solo – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah menemukan praktek money politics dalam Pilkada serentak 2015, 9 Desember lalu, hampir terjadi merata di 21 kabupaten/kota di Jawa tengah. Namun, Bawaslu kesulitan memproses pidana lantaran dalam Undang-undang No 8 Tahun 2015 (UU Pilkada) tidak mencantumkan sanksi money politic.

Money politic di hampir semua kabupaten/kota ada. Namun tidak bisa diproses pidana. Kendalanya, aturan UU No 8 tahun 2015, disana diatur larangan tetapi tidak diatur sanksi. Aparat penegak hukum, kepolisian dan kejaksaan menjadi ragu,” kata Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng, Teguh Purnomo kepada wartawan, Selasa (15/12) di Solo.

Menurut Teguh, upaya membawa pelanggaran money politik mengacu pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juga kesulitan lantaran penegak hukum beralasan money politic dalam Pilkada merupakan lex spesialis. Terlebih, UU Pilkada juga sudah mengatur larangan money politic.

Belajar dari hal itu, jika kedepan ingin memberantas money politic, harus ada pasal yang mengatur saknsi money politic secara tegas. Disamping itu, kewenangan Panwaslu untuk melakukan penyelidikan dan penyitaan bukti pelanggaran juga harus diperluas.

“Karena yang terjadi sekarang ini kalau (Panwaslu) mengamankan barang bukti itu bisa di tuntut atau digugat balik karena tidak punya kewenangan. Sementara koordinasi dengan polisi dan jaksa tidak gampang,” beber dia.

Terkait pelanggaran selama Pilkada, hingga masa tenang, jumlah pelanggaran di 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah sebanyak 198 pelanggaran. Pelanggaran itu terbagi dalam empat jenis yakni pelanggaran pidana, administrasi, sengketa dan kode etik penyelenggara.

“198 pelanggaran itu bisa dibilang tinggi dibanding Pilpres (pemilihan presiden) sebesar 134 pelanggaran. Kalau dengan Pileg (pemilihan legislatif) ya naik turun segitu,” ujar dia.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge