0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Satpol PP Boyolali Razia Reklame dan Spanduk Liar

dok.timlo.net/nanin
Satpol PP data reklame dan spanduk hasil operasi (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Satpol PP Boyolali mengelar razia spanduk dan reklame yang menyalahi aturan Peraturan Daerah. Spanduk dan reklame ini banyak dipasang di jalur protokol. Selain itu, sejumlah media reklame yang dipasang dengan cara dipaku di pohon juga ikut dibersihkan.

“Spanduk yang menyalani aturan langsung kita bersihkan, ini kegiatan rutin kami,” kata Kasi Penegakan Hukum Daerah Satpol PP Boyolali, Suryono, Selasa (15/12).

Dijelaskan, sebelum penertiban digelar, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemilik reklame atau spanduk agar mencopoti sendiri. Namun karena tidak ada realisasi, akhirnya Satpol PP turun tangan. Pemasangan spanduk atau reklame di Boyolali harus mengacu Perda No.12 Tahun 2007 tentang Reklame. Media iklan yang paling banyak ditertibkan adalah yang dipasang dengan paku di pohon dan tiang listrik.

“Reklame dan spanduk yang kita tertibkan, kita sita untuk kemudian dilakukan pendataan,” tambahnya.

Kebanyakan reklame itu berasal dari usaha kuliner, perusahaan pembiayaan, minimarket, dan iklan lainnya.  Para pelaku usaha yang merasa kehilangan media iklan bisa datang ke Satpol PP untuk mengambil kembali media iklan tersebut. Satpol PP akan membina secara preventif agar lain waktu tidak melakukan pelanggaran yang sama. Semestinya, pelaku usaha yang melanggar Perda No.12 Tahun 2007 kena sanksi denda dan kurungan. Denda senilai 3 kali pajak terhutang dan kurungan 3 bulan.

“Saat ini kita upayakan pembinaan dulu,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge