0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dana Desa dan ADD Haram untuk Bangun Balaidesa

dok.timlo.net/nanang rahadian
Bupati Karanganyar Juliyatmono (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Bupati Karanganyar Juliyatmono mewanti-wanti kepada pemerintahan desa untuk tidak menggunakan dana desa dan alokasi dana desa (ADD) untuk membangun gedung, kantor, balaidesa. Bupati justru menyarankan pengajuan bantuan ke Kabupaten untuk tambahan pembangunan balaidesa.

“Dana desa dan ADD jangan untuk bangun kantor dan balaidesa. Boleh dialokasikan dari ADD tapi enggak usah banyak. Ajukan bantuan ke kabupaten, nanti kami bantu,” kata Bupati Juliyatmono, Selasa (15/12).

Bupati meminta perangkat desa dan badan permusyawaratan desa (BPD) cermat memanfaatkan dana desa dan ADD. Dana Desa dan ADD digunakan untuk membangun infrastruktur, sanitasi, saluran air, jalan pendukung pertanian, dan lain-lain.

Bupati juga meminta perangkat desa mengebut pembuatan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanda Desa (RPABDes). Juliyatmono memberikan tenggat waktu selama satu pekan terhitung Senin-Minggu (14-20/12).

“Saya optimistis APBD Tahun 2016 akan disetujui pekan depan sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dapat memberikan informasi nominal dana desa kepada 162 desa di Karanganyar mendapatkan dana desa,” jelas Juliyatmono.

Bupati juga memberikan perintah kepada Camat untuk memverifikasi RAPBDes. Verifikasi RAPBDes tidak akan dilakukan Pemkab. Namun, Pemkab tetap memberikan pendampingan kepada Camat. Kebijakan itu diambil untuk mempercepat proses pencairan.

Form sudah ada, gek ndang disusun, dibahas dengan BPD. BPD rapat dengan kades dan perangkat desa. Verifikasi diserahkan ke camat. Ora usah ke kabupaten ben cepet. Kalau akhir Desember tidak ditetapkan [RAPBDes] maka akan dapat sanksi,” jelasnya.

Konsekuensi pencairan dana desa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Setiap desa harus siap menghadapi pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Oleh karena itu, dia mengingatkan bendahara desa cermat dan tepat menggunakan dana milik desa.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge