0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perawat dan Staf RS Demo, Pasien Tak Terurus

Ilustrasi Demo ()

Timlo.net — Ratusan pegawai yang terdiri dari staf dan perawat Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor berunjuk rasa mendesak seluruh direksinya mundur. Hal itu lantaran tak mampu memperbaiki kesejahteraan menaikkan upah dan mengangkat tenaga kerja honorer.

Aksi yang berlangsung di halaman parkir itu membuat sejumlah pelayanan, baik di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) dan beberapa poliklinik rawat jalan di rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Kesehatan itu terganggu.

“Jelas terganggu mas, kita ke sini mau berobat. Tapi setelah mendaftar, beberapa pegawainya bilang belum buka, karena lagi pada demo,” keluh Gunawan (34) warga Kelurahan Gunung Batu, Bogor Barat, Kota Bogor saat ditemui druang tunggu pasien RSMM, Senin (14/12).

Sama dirasakan Rita (25) warga Ciomas, Kabupaten Bogor. Ia menyayangkan, seharusnya tidak semua berunjuk rasa karena banyak pasien yang membutuhkan pelayanan secepatnya. Bahkan dia sempat mendatangi kerumunan demonstrasi, meminta agar pelayanan segera dilakukan.

“Saya kecewa, sudah datang pagi dan harus mendapat hasil cek laboratorium. Soalnya ini penting saya harus segera berobat,” katanya.

Meski banyak keluhan dari para calon pasien dan pasien terkait dampak unjuk rasa tersebut, ratusan pegawai RSMM tersebut tetap menjalankan aksinya dengan membawa sejumlah poster, spanduk berisikan tuntutan seperti ‘Angkat Kami Menjadi Pegawai BLU’, ‘Koruptor Rata-Rata Berkera dan simbol matinya jajaran direksi RSMM dengan membawa empat keranda mayat yang ditutupi kain hitam.

Aksi yang dilakukan para pegawai RSMM awalnya berlangsung damai. Namun saat salah satu pejabat Kementerian Kesehatan datang dan menegur para pengunjuk rasa, sempat terjadi kericuhan.

“Maksud bapak apa nunjuk-nunjuk kami, saya yang bertanggungjawab di sini,” teriak salah satu perwakilan Kemenkes saat menghadapi para pengunjuk rasa.

Perwakilan dari Kemenkes ini menuding bahwa akibat dari aksi unjuk rasa ini, pelayanan di rumah sakit terhenti. Tak terima dengan perilaku arogan pihak Kemenkes tersebut, puluhan pegawai mencoba untuk menghampiri namun dihalangi beberapa petugas Kepolisian. Dalam aksinya ratusan pegawai RSMM yang terdiri dari staf dan perawat menuntut agar seluruh jajaran Direksi untuk turun dari jabatan.

Sebab, dampak dari menurunnya pendapatan, berimbas kepada upah yang diterima pegawai dari jasa pelayanan yang tadinya Rp 3 juta, turun menjadi Rp 2 juta.

“Bukannya naik, penghasilan kami dari jasa pelayanan malah turun sejak direksi dipimpin orang-orang itu, Kami minta direktur utama dan ketiga direksi mundur dari jabatannya,” kata Taufanudin, salah satu pegawai RSMM di sela-sela aksinya.

[eko]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge