0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Suku Bunga KUR Rendah, BRI Hati-hati Agar Tak Ada Kredit Macet

timlo.net/setyo puji s
Pemimpin cabang BRI Slamet Riyadi, Hari Setiono (timlo.net/setyo puji s)

Solo – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan dana kredit usaha rakyat (KUR) bagi calon nasabah. Hal itu dilakukan untuk menjaga kredit macet seiring dengan kemudahan akses serta rendahnya suku bunga yang ditetapkan pemerintah sebesar 12 persen.

“Kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah pada pertengahan November lalu adalah merendahkan bunga KUR dari 22 persen per tahun menjadi 12 persen pertahun, baik untuk mikro maupun ritel,” ujar Pemimpin Cabang BRI Slamet Riyadi, Hari Setiono kepada wartawan, Senin (14/12).

Dengan suku bunga yang rendah serta mudahnya akses yang diberikan, ia menilai permintaan masyarakat terhadap KUR akan semakin tinggi dan kemungkinan kredit macet akan tumbuh jika diberikan secara asal.

“NPL untuk KUR sendiri saat ini memang masih sangat rendah atau hanya 0, sekian. Namun demikian untuk menjaga kondisi itu kita tetap berusaha melalui prinsip kehati-hatian dalam penyaluran,” jelasnya.

Hari juga menjelaskan, jika tahun 2015 BRI ditargetkan dapat merealisasikan pembiayaan KUR mencapai Rp 21 Triliun. Dari target tersebut BRI cabang Solo sudah dapat merealisasikan target, bahkan mencapai 200 persen.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge