0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Slamet Basuki : Yuni-Dedy Tak Perintahkan Cetak Kaos

dok.timlo.net/agung widodo
Kantor Panwaaslu Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) terus melakukan pembahasan terkait laporan pelanggaran saksi yang dilakukan pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Dedy Endriyatno. Panwaslu sendiri secepatnya akan memberikan rekomendasi terhadap hasil rapat yang digelar di Kantor Panwaslu Sragen, Senin (14/12).

“Antara Panwas, polisi dan kejaksaan mempunyai pendapat masing-masing. Jadi nanti setelah ini kami baru akan memberikan rekomendasi yang ditandatangani ketiga institusi,” kata Ketua Panwaslu Sragen, Slamet Basuki, di sela-sela rapat Gakkumdu, Senin (14/12).

Dari pantauan Timlo.net di Kantor Panwaslu, rapat Gakkumdu dilakukan secara tertutup oleh Panwaslu, Polres Sragen dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen. Dari pihak Polres diwakili Kasat Reskrim Iptu Murtoyo, sedangkan dari Kejari diwakili Kasipidum Hanung Widyatmaka.

Slamet mengungkapkan, pembahasan Gakkumdu antara lain seputar pasal 187 ayat (1) Undang-undang No. 1 tahun 2015 mengenai kampanye di luar jadwal yang ditentukan oleh KPU. Ancaman pasal tersebut adalah masing-masing calon bisa dipidana kurungan minimal 15 hari dan maksimal tiga bulan serta denda minimal Rp 100.000 dan maksimal Rp 1 juta.

Sementara dari hasil pemeriksaan terhadap Yuni-Dedy pada Minggu (13/12), kata Slamet, tidak ada perintah mereka berdua untuk mendatangi TPS dan memakai kaos yang bertuliskan ‘Guyup Rukun’. Slogan yang selama ini sering dipakai oleh pasangan Yuni-Dedy.

“Pada prinsipnya dari pemeriksaan terhadap Yuni dan Dedy, tidak ada perintah untuk mendatangi TPS dan mencetak kaos,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge