0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BI Berusaha Turunkan Volatilitas Nilai Tukar Rupiah

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk menurunkan volatilitas nilai tukar rupiah untuk menciptakan kepastian bagi dunia usaha. Rupiah secara year to year terdepresiasi 12,8 persen ke level Rp 14.076 per USD dari Rp 12.476 per USD per 2 Januari lalu.

Sementara di pasar valas terjadi ekses permintaan rata-rata hingga USD 44 juta per hari, disebabkan besarnya penggunaan valas untuk transaksi usaha di dalam negeri.

“Kami terus mengikuti perkembangan FOMC yang memberikan tekanan terhadap nilai tukar, juga terkait utang luar negeri yang akan jatuh tempo utamanya utang swasta, pada kuartal-III utang luar negeri pemerintah mencapai USD 134 miliar setara 34,92 persen PDB dan Debt to service ratio 57,47 persen, sementara utang luar negeri swasta mencapai USD 168,2 miliar,” ujarnya, Senin (14/12).

Pada 8 Desember lalu, aliran modal portofolio asing di Indonesia mencapai Rp 51,39 triliun, lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya Rp 181,5 triliun. Pada periode yang sama juga terjadi ekses permintaan devisa hingga 12,04 persen, sementara devisa hasil ekspor (DHE) sebesar USD 10 miliar lebih yang dikonversi ke Rupiah hanya 11 persen saja.

“Kondisi ini semakin menekan nilai tukar,” jelas dia.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge