0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Berkelahi di Bangjo Bendogantungan, Bonek dan Anak Punk Diciduk Polisi

dok.merdeka.com
(Ilustrasi) bentrokan (dok.merdeka.com)

Klaten – Diduga salah paham, sejumlah anak punk dan suporter sepak bola bondo nekat alias Bonek, berkelahi Jalan Jogja-Solo, tepatnya di simpang empat Bendogantungan, Minggu (13/12) dinihari. Meski tidak ada korban luka, perkelahian tersebut sempat membuat warga ketakutan.

“Kami tidak tahu sebabnya apa, tiba-tiba dua kelompok pemuda itu berkelahi di pinggir jalan raya Bangjo Bendogantungan,” kata seorang saksi mata, Adji (31).

Menerima laporan dari warga, petugas kepolisian lantas mendatangi lokasi kejadian. Petugas berhasil mengamankan lima orang dari dua kelompok pemuda yang berbeda tersebut.

Wakil Kepala Polsek Kota Klaten, Ipda Suharto mengatakan, perkelahian dipicu salah paham. Saat berada di lokasi kejadian, kedua kubu saling mengejek hingga akhirnya terjadi perkelahian.

“Selain mengamankan lima pemuda dari dua kubu, kami juga menyita ikat pinggang dengan pemberat besi, atribut persebaya, alat musik yang digunakan untuk mengamen,” katanya.

Ditambahkan, kelima orang yang diamankan adalah dua orang anak punk bernama Daniel Franki Setiawan (18) warga Jomboran, Karangtalun, Karangdowo, dan Agus Santoso (24) warga Dukuh Brajan, Desa Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan. Sedangkan tiga orang Bonek, Edo (15) warga Lapangan Golf Kodam Brawijaya, Achmad Budi Prakoso (17) warga Jl Joyoboyo Surabaya dan Syaiful Hanif (23) warga Kauman Pagerwojo, Buduran, Sidoharjo.

Seperti diketahui, Stadion Maguwoharjo, Sleman dipilih sebagai lokasi pertandingan babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman yang mempertandingkan kesebelasan pendukung klub sepakbola asal Jawa Timur, Surabaya United.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge