0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nikmatnya Sego Golong Berbalut Aroma Daun Jati

timlo.net/tarmuji
Sego Golong Mbah Cinthet Giriwoyo Wonogiri (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Bila anda singgah di Wonogiri, khususnya di Kecamatan Giriwoyo, tak lengkap rasanya jika anda tidak mencicipi kuliner khas satu ini. Ya, namanya Sego Golong Mbah Cinthet. Kuliner ini sangat digemari warga, selain murah meriah, sayur kuningnya pun lezat.

Walau berada di dusun terpencil, yakni Dusun Saratan Desa Sejati Kecamatan Giriwoyo, penganan ini menjadi buruan warga. Uniknya, Mbah Cinthet hanya berjualan dalam sepekan satu kali saja, itu pun bertepatan dengan hari pasaran Kliwon. Buka pukul 16.00 WIB, hingga pukul 20.00 WIB.

Sego golong sendiri terbuat dari nasi putih yang dicetak dengan tangan hingga menyerupai bulatan-bulatan sebesar telur ayam. Sedang pelengkap sego golong sendiri yakni sayur kuning dengan kuah santan kental serta telur, ditambah oseng-oseng mlanding. Selain itu, aroma daun jati menambah khas sego golong ini.

Bahkan, pembeli bisa langsung mencicipi sego golong khas Giriwoyo ini di tempat. Sudah disediakan tempat duduk seadanya, di rumah dapur. Bahkan, di rumah utamanya pun digelar tikar untuk lesehan.

Tak hanya itu, pembeli juga disuguhi jajanan lainnya, berupa gorengan hangat beraneka ragam. Satu paket sego golong ini, Mbah Cinthet membandrol Rp 4.000 Rupiah.

Pembelinya pun tak hanya warga Giriwoyo saja. Bahkan datang jauh-jauh dari Wonogiri dan Solo, sekadar ingin menikmati kuliner khas ini.

“Sudah 35 tahun saya jualan sego golong sayur kuning ini,” ungkap Mbah Cinthet, Minggu (13/12).

Menurut Mbah Cinthet, masakan yang ia racik tak memiliki resep khusus. Hanya saja, khususnya sayur kuning yang berbahan baku pepaya ini, diberi bumbu yang lebih berani dengan bawang merah dan bawang putihnya. Selain itu, santan juga menjadi faktor utama, membuat nikmatnya sego golong.

“Sejak dulu ya disini ini, tidak pernah jualan dipasar,” jelasnya.

Saban Kliwon, ia melayani pengunjung ramai berjubel. Dibantu dua orang saudara perempuannya. Ratusan lebih sego golong terbungkus rapi dengan daun jati sudah siap, ketika ada pembeli baru diberi sayur kuningnya. Saat ramai pengunjung, Mbah Cintet menghabiskan telur sekitar 10 kilogram.

“Tergantung selera pembeli, ada yang pakai telur, dan ada juga yang hanya sego golong sayur kuning ditumpangi tahu dan tempe saja,” terangnya.

 

Seorang warga mencicipi sego golong Mbah Cinthet

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge