0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Rela Turun ke Sungai Demi Berebut Berkah

timlo.net/nanin
Masyarakat berebut berkah di tradisi larung sesaji di Sungai Sungsang, Banyudono (timlo.net/nanin)

Boyolali — Meski udara sangat dingin, namun masyarakat yang hendak ngalap berkah rela turun ke sungai. Mereka telah siap di dalam sungai sungsang, meski arak-arakan pembawa sesaji belum tiba di lokasi.

Sesaji yang nantinya dilarung ke Sungai Sungsang, berupa hasil pertanian, ayam dan burung serta makanan, sebelum dilarung didoakan dulu di Umbul Siraman Dalem Pengging. Setelah itu sesaji dibawa ke Sungai Sungsang yang berjarak 500 meter dengan jalan kaki. Selama perjalanan, abdi dalem keraton menyanyikan kidung pepujian dalam bahasa jawa.

Setelah sampai di Sungai Sungsang, sesepuh abdi dalem kemudian turun ke sungai dan mulai melarung sesaji yang dibawa. Saat itulah, masyarakat yang sudah menunggu berebut meski baju mereka harus basah kuyub.

“Ngalap berkah, nanti janurnya mau dipasang dirumah,” ucap Sarni, warga Banyudono, yang ikut berebut didalam sungai yang kedalamanya hanya sampai betis kaki orang dewasa.

Disisi lain, menurut Sekdes Bendan, Joko M, tradisi ini sudah dilakukan turun temurun. Biasanya digelar saat bulan Sapar, penanggalan jawa. Tujuannya, untuk membersihkan sengkolo dan biar masyarakat Banyudono selamat dari bahaya dunia akhirat.

“Supaya masyarakat Banyudono hidup tentram, damai dan aman,” tandas Joko.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge