0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aparat Monitor Pergerakan Kolompok Radikal ISIS di Solo

dok.merdeka.com
Ilustrasi teroris (dok.merdeka.com)

Solo — Peran masyarakat dinilai sangat besar untuk menangkal segala jenis terorisme yang saat ini sedang berkembang. Terlebih, Kota Solo disinyalir sebaga salah satu kota yang menjadi sasaran pergerakan dari kelompok radikal ISIS.

“Tanpa ada masyarakat yang ikut berperan, intelejen yang kita sebar juga pasti tidak akan maksimal,” kata Dandim 0735/ Solo, Letkol INF Chrisbianto Arimurti saat dihubungi wartawan, Minggu (13/12).

Disinggung terkait pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut B Panjaitan yang mengatakan bahwa kelompok ISIS melakukan pergerakan dan akan melakukan aksi pada akhir tahun ini di kawasan Jakarta dan Solo, Dandim mengaku TNI telah menyiagakan anggotanya. Dirinya mengerti, bahwa Solo dengan berbagai kultur masyarakat yang beraneka ragam pastinya membutuhkan penanganan khusus supaya ruang gerak kelompok ISIS tidak makin eksis di Kota Bengawan.

“Kami telah menyiagakan pasukan. Baik dari intelejen, hingga organik,” terang Dandim.

Pihaknya, lanjut Dandim, juga terus melakukan pengawasan dan monitoring terhadap orang – orang yang dicurigai. Jika ada ancaman, pihak TNI akan cepat bertindak.

Terpisah, Kapolresta Solo Kombespol Ahmad Luthfi mengatakan, bakal meningkatkan kinerja intelejen. Masalah itu harus segera ditangani sebelum pihak-pihak tersebut melakukan aksi yang dapat mengancam keamanan.

“Kalau disekitar Solo, kan belum tentu Solo. Tapi mobilitas mereka kita pantau dengan meningkatkan kinerja intelejen,” ungkapnya.

Menurutnya Solo sendiri sangat kondusif. Tidak ada ancaman dari kelompok ISIS tersebut. Bahkan gelaran pilkada yang baru saja usai juga tidak menimbulkan masalah keamanan. Hal tersebut disebabkan masyarakat Solo sudah dewasa dalam pesta demokrasi.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge