0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kereta Kencana Keraton Cirebon Tercantik di Dunia

dok.merdeka.com
Kereta kencana Kerajaan Cirebon (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Ribuan tahun lalu, kereta kuda adalah kendaraan utama para raja. Kereta kuda tersebut mengantar raja ke manapun sang raja pergi, termasuk juga untuk membawa permaisurinya.

Di Indonesia, pada tahun 1549 Masehi, dibuatlah sebuah kereta kuda Kerajaan Cirebon. Kereta ini menjadi kereta kuda utama sang raja yang pada saat itu dipimpin oleh Sunan Gunungjati.

Kereta Kuda ini bernama Kereta Singabarong. Kereta kuda ini biasa digunakan untuk upacara kebesaran yang dinaiki oleh seorang raja.

“Kereta ini digunakan untuk acara kebesaran, khusus untuk raja dan tidak boleh dinaiki permaisurinya. Ini digunakan sejak zaman Sunan Gunung Jati,” ujar abdi dalem Keraton Kasepuhan Cirebon, Iman Sugiman kepada merdeka.com di Cirebon, Jumat (11/12).

Meskipun disebut sebagai kereta kuda, namu kereta ini ditarik oleh 4 kerbau albino. Uniknya kereta ini memiliki 3 jenis hewan di depan tempat duduk rajanya yang masing-masing memiliki arti, yakni belalai gajah, sayap Paksi (burung), kepala naga.

“Dapet 3 budaya itu diilhami gajah karena berkaitan kakeknya sunan Gunung Jati, yakni Prabu Siliwangi masih di kerajaan Hindu, naga dengan China karena ada salah satu istri sunan gunung jati yang berasal dari China, Rara Sumanding alias Ong Tieb Nio. Mesir karena ayahnya Sunan Gunung Jati adalah Raja mesir yang bernama Syarif Abdullah,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, kereta ini dinobatkan oleh utusan Belanda yang khusus untuk memperbaiki dan melihat kereta kencana yang ada di seluruh dunia, sebagai kereta tercantik dan terantik di dunia.

“Dua orang utusan pemerintah Belanda, Arie De Jager dan Voos, mereka di tugasin ke seluruh dunia untuk keliling dunia untuk memperbaik kereta kencana di seluruh dunia. Mereka melihat kereta punya Cirebon waktu berkunjung ke sini, dia gak bilang mewah, tapi paling cantik dan antik di dunia,” paparnya.

Kereta kencana tersebut saat ini sudah tak lagi digunakan. Terakhir kali digunakan oleh Sultan ke X, Pangeran Radja Atmadja pada tahun 1942. Kendati demikian, kereta kencana tersebut masih tampak antik di museum Kereta Singabarong, Keraton Kasepuhan Cirebon. [war]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge