0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Deklarasi Berani Kalah Berani Menang

Piala Jenderal Sudirman Jadi Momentum Pemersatu

Ketua Organizing Committee Piala Jenderal Sudirman, Letjen TNI Agus Sutomo (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Delapan perwakilan dari kontestan babak delapan besar Piala Jenderal Sudirman (PJS), menandatangani deklarasi perdamaian sepak bola Indonesia di Diamond Convention Center, Solo, Jumat (11/12) petang. Deklarasi ini sebagai bagian untuk mempersatukan kembali persepakbolaan Indonesia paska pembekuan PSSI.

Perwakilan dari klub hingga suporter, menandatangani hasil deklarasi. Mereka adalah perwakilan dari Persipura, Persija, Arema, Surabaya United, Semen Padang, Mitra Kukar, Pusamania Borneo FC, dan PS TNI, dihadiri pula Ketua Organizing Committee (OC) Piala Jenderal Sudirman, Letjen TNI Sutomo.

“Kami yang bertanda tangan ini untuk mewujudkan sepak bola yg bersih, maju dan berpresrasi. Damai dan bersatu, serta berani kalah dan berani menang,” ujar Ketua Organizing Committee Piala Jenderal Sudirman, Letjen TNI Agus Sutomo, Jumat petang.

“Atas perintah Presiden RI, karena dibekukannya PSSI, untuk menggelar turnamen sembari menyelesaikan tubuh PSSI. Untuk memberikan hiburan dan tetap melanjutkan kehidupan dari sepak bola di Tanah Air, sampai olahraga sepak bola Indonesia benar-benar sehat kembali,” tambahnya.

Perdamaian antarsuporter pun akan digalakkan untuk menghindari perpecahan sesama Warga Indonesia, hanya karena sepak bola. Ya, Jambore suporter sepak bola pun akan digelar demi mempersatukan kerukunan suporter di negeri ini.

“Kami juga punya rencana untuk menggelar jambore antarsuporter, untuk menciptakan kerukunan antar suporter. Kami optimis deklarasi ini bisa menjaga kerukunan antar suporter. Tidak ada lagi berita keributan penonton. Sepak bola bisa nyaman dilihat di Stadion tanpa takut lagi karena keributan,” tandas Letjen TNI Agus Sutomo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge