0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Sragen, Ini Penyebab Kekalahan Suko

Apel Siaga Banteng Balik Kandang DPC PDIP Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Pasangan calon bupati Sugiyamto-Joko Saptono (Suko) mengalami kekalahan telak dalam Pilkada Sragen 2015. Pasangan yang diusung PDIP dan Partai Demokrat ini hanya mendapat 13% suara, suatu hasil yang sama sekali tak pernah dibayangkan sebelumnya.

“Teman-teman di DPC dan fraksi sudah bekerja maksimal. Semua bergerak sesuai kemampuan yang mereka miliki. Tapi kenapa Suko kalah?” kata salah satu kader PDIP Sragen, Laksana AR kepada wartawan, Jumat (11/12).

Laksana mengungkapkan, ada dua rentetan kejadian di tubuh DPC PDIP Sragen yang akhirnya membawa dampak negatif, yaitu penonaktifan Bambang Samekto dari Ketua DPC PDIP Sragen dan banteng balik kandang yang dikemas dalam apel siaga. Kedua kejadian itulah yang dinilai sebagai penyebab utama dari kekalahan Suko dalam Pilkada.

“Waktu  itu disampaikan, bahwa penonaktifan Bambang Samekto adalah sebagai bentuk terapi terhadap sakitnya DPC PDIP yang tak bekerja maksimal. Tapi bukannya terapi, tapi justru memperparah sakitnya,” kata Laksana.

Kemudian acara apel siaga banteng balik kandang dianggap sangat menciderai para pengurus PDIP di tingkat anak cabang (PAC) dan ranting. Banteng balik kandang yang hanya berjumlah 10 orang tersebut disambut sangat meriah dengan apel siaga.

Di sisi lain pihak DPC sendiri telah menyiapkan sekitar 26.000 orang sebagai kader pemilih kemenangan Suko. Tapi justru itu tidak dimanfaatkan secara baik dan lebih mengutamakan banteng balik kandang.

“Kalau akhirnya banyak banteng lari dari kandang jangan disalahkan. Kita sudah menyiapkan, tapi tidak diperhatikan, justru diabaikan. Lebih mementingkan banteng balik kandang yang cuma 10 orang. Tapi hasilnya tidak ada,” jelas Laksana.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge