0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dilarang, 400 Guru Klaten Nekat Ikut Apel di Jakarta

dok.timlo.net/aditya wijaya
Ketua PGRI Klaten, Sunardi (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Ratusan guru dari Kabupaten Klaten bakal menghadiri puncak perayaan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN), di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (13/12) lusa.

“Meski ada imbauan untuk tidak datang, besok pagi (Sabtu, 12/12), sebanyak 400 guru dengan 10 armada bus siap berangkat ke GBK untuk ikut apel besar PGRI nasional,” ungkap Ketua PGRI Klaten, Sunardi, Jumat (11/12).

Sebelumnya beredar Surat Edaran (SE) Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) No. B/3903/M.PANRB/12/2015 tertanggal 7 Desember tentang Perayaan Hari Guru 2015 yang ditandatangani Menpan RB, Yuddi Krisnandi.

Melalui SE yang dikirim ke seluruh Gubernur, Bupati/Walikota, dan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) itu mengimbau agar para guru menghindari aktivitas yang dapat mengurangi citra guru sebagai pendidik profesional. Salah satunya mengikuti kegiatan perayaan guru dan peringatan PGRI pada Minggu, (13/12), yang dikemas sebagai bagian dari HGN.

”Dari Menpan (SE) juga tidak ada larangan, hanya imbauan. Apalagi kegiatan ini dilaksanakan di hari libur. Jadi tidak akan mengganggu profesionalitas dan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah,” ujar Sunardi kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Disdik Klaten Pantoro meminta para guru mematuhi SE tersebut. Pasalnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sendiri telah menerbitkan SE Nomor 101410/A.A5/HM/2015 sebagai tindaklanjut SE Menpan RB.

“Pemerintah minta agar organisasi publik menjaga diri untuk tidak mengorganisir dan memanfaatkan guru-guru untuk kepentingan politik. Edaran Ketua Umum PB PGRI terkait HGN bukan arahan resmi pemerintah,” ujar Pantoro.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge