0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasangan Pembuang Bayi Dikenakan Wajib Lapor

dok.timlo.net/achmad khalik
Pasangan pembuang bayi dinikahkan di masjid lingkungan Polsek Jebres (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Hukuman pasangan penelantaran bayi di Kantor Yayasan Pemeliharaan Anak dan Bayi (YPAB) Kelurahan Kandang Sapi RT 01/ RW 33 Kecamatan Jebres, Solo, rencananya akan ditangguhkan. Mengingat keduanya harus memelihara anak yang masih butuh perhatian dari kedua orang tuanya.

“Kami mengacu kepada Surat Telegram Kapolda Jateng nomor ST/2771/X/2015 tanggal 8 Oktober 2015 tentang penanganan perkara yang telah diselesaikan secara musyawarah dan mufakat kekeluargaan atas dasar sukarela tanpa paksaan. Dengan tujuan kemanfaatan bersama,” kata Kapolsek Jebres, Kompol Edison Panjaitan, Jumat (11/12).

Upaya yang dilakukan dengan menikahkan kedua pelaku tersebut, kata Kapolsek, untuk menyelamatkan status anak. Pihaknya menilai upaya tersebut merupakan inisiatif terbaik supaya anak tidak terlantar dan hubungan keduanya juga menjadi jelas dengan restu kedua keluarga. Sehingga, dikemudian hari tidak timbul prasangka buruk terkait status anak dan status kedua pasangan.

“Mereka kan nantinya hidup di masyarakat jangan sampai timbul stigma negatif. Kasihan anaknya yang tidak tahu apa-apa,” jelas Kapolsek.

Meski begitu, kedua pelaku penelantaran tidak serta merta bebas dari jeratan hukum. Mereka dibebankan wajib lapor seminggu sekali untuk mengetahui apakah mengulangi perbuatannya kembali atau tidak.

“Keduanya kita kenakan wajib lapor. Sedangkan, untuk kasus keduanya diselesaikan dengan cara kekeluargaan,” terang Kapolsek.

Sebelumnya diberitakan, ditemukan bayi laki-laki di depan Kantor YPAB Jebres pada Minggu (22/11) sekitar pukul 23.30 WIB. Penemuan ini membuat gempar warga dikawasan Kelurahan Kandang Sapi RT 01/ RW 33 Kecamatan Jebres, Solo. Setelah penemuan tersebut, warga melapor ke kantor Polsek Jebres. Polisi langsung melakukan tindakan dengan menelusuri keberadaan pelaku penelantaran bayi. Dalam waktu kurang dari satu minggu akhirnya keduanya berhasil ditangkap di kawasan Yogyakarta.

Kedua pelaku yang masih berstatus mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Gudeg ini nekat meninggalkan bayinya lantaran tidak dapat mencukupi kebutuhan. Disamping itu, bayi yang diberi nama MFH ini juga di luar hubungan yang semestinya

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge