0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Solo, Partisipasi Pemilih Difabel Hanya 38,25 %

dok.timlo.net/daryono
Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo (dok.timlo.net/daryono)

Solo —¬†Partisipasi pemilih difabel dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di Solo diketahui hanya 38,25 persen. Padahal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo mengaku sudah menggencarkan sosialisasi dan juga mempermudah akses kepada pemilih difabel.

“Pemilih difabel yang menggunakan hak pilihnya sejumlah 415 pemilih atau 38,25 persen dari 1.085 pemilih difabel,” kata Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo kepada wartawan, Jum’at (11/12).

1.085 pemilih difabel itu terbagi dalam berbagai disabilitas antaralain tuna daksa 290 pemilih, tuna netra 115 pemilih, tuna wicara/rungu 183 pemilih, tuna grahita 303 pemilih dan disabilitas lannya 194 pemilih.

Agus mengakui, partisipasi pemilih difabel 38,25 persen tergolong rendah. KPU sedang mencari tahu alasan yang menyebabkan banyaknya pemilih difabel yang tidak datang ke tempat pemungutan suara (TPS). KPU juga kesulitan membandingkan angka partisipasi pemilih difabel dalam Pilkada kali ini dengan pemilu sebelumnya lantaran di pemilu sebelumnya pendataan pemilih difabel belum dilakukan.

“Kita sedang evaluasi terkait strategi (sosialisasi) bagi pemilih difabel ini. Apakah metodenya, pesertanya, atau mungkin aspek SDM kami,” ujarnya.

Menurut Agus, dalam Pilkada kali ini, KPU sudah memberikan kemudahan kepada pemilih difabel berdasarkan masukan dan evaluasi berbagai pihak. Seperti penyediaan template dan aksesibilitas di TPS.

Tidak hanya itu, sosialisasi kepada pemilih juga dilakukan dalam berbagai bentuk baik video, audio dan alat sosialisasi lainnya. Hal itu agar sosialisasi dapat diterima pemilih difabel baik tuna netra, tuna daksa, tuna wicara maupun disabilitas lainnya.

“Bahkan saat sosialisasi bagi tuna grahita kemarin kita sampai didampingi orang tuanya,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge