0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Prada Yustus Dolfinus Rembe, Putra Papua Jaga NKRI di Perbatasan

dok.merdeka.com
Putra Papua di perbatasan RI-PNG. ©2015 handout/Penkostrad (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Sebagai orang terpilih, tentunya akan merasa bangga bisa bertugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tanah kelahirannya. Begitulah yang dirasakan salah satu prajurit Yonif 411/Raider Kostrad yang bermarkas di Salatiga, Jawa Tengah bernama Prada Yustus Dolfinus Rembe, yang notabene adalah putra asli Papua.

Dalam debut perdana mengikuti Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG ini, Prada Yustus bersama rekan-rekan prajurit dipercayakan negara dan pimpinan TNI untuk menjaga tapal batas di sektor utara perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) tepatnya di Pos Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

“Ini suatu kebanggaan dan kehormatan bagi saya selaku putra asli Papua karena bisa bertugas di tanah Papua untuk pertama kalinya,” ucap Yustus, dalam siaran pers Kostrad yang diterima merdeka.com, Jumat (11/12).

Pria kelahiran Manokwari 19 Maret 1990 ini bercerita, darah militer sama sekali tak mengalir dalam tubuh kedua orangtuanya. Hanya saja Yustus kecil telah menanamkan cita-citanya untuk menjadi seorang tentara, karena melihat figur tentara yang penuh dedikasi terhadap bangsa dan negara serta memiliki kedisiplinan yang tinggi.

“Kalau keluarga saya sama sekali tak ada turunan tentara, bapak saya hanya seorang kontraktor, begitu juga dengan ibu saya orang swasta biasa. Tapi saya memang sudah kagum dengan profesi tentara. Sehingga sejak kecil saya bertekad supaya bisa jadi tentara kalau sudah besar. Dan puji Tuhan, cita-cita itu sudah terwujud,” ucap Yustus yang mengikuti pendidikan Secata di Rindam XVII/Cenderawasih tahun 2011.

Menurut Yustus, dirinya lulus Secata dari Rindam dan langsung dikirim sekolah Kostrad di Jakarta. “Lalu kemudian sekolah Raider dan langsung ditempatkan tugas organik di Yonif 411/Raider Kostrad,” jelasnya.

Menurut Yustus, tugas pengamanan perbatasan ini dikatakan sebagai sebuah kehormatan dan kebanggaan, karena tak semua prajurit TNI diberi kepercayaan pimpinan TNI untuk melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan di Papua.

“Dan kepercayaan ini merupakan kehormatan dan tugas mulia untuk dipertanggungjawabkan serta dilaksanakan dengan sebaik-baiknya bagi seorang prajurit. Apalagi penugasan ke daerah operasi seperti ini merupakan wujud nyata pengabdian dan kehormatan kepada negara dan bangsa, berdasarkan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit,” jelas Yustus.

Menurut Yustus, yang membanggakan dirinya, yakni sebagai putra asli Papua satu-satunya dari kesatuannya. “Ya bagi saya ini suatu kebanggaan tersendiri,” ungkap Yustus penuh semangat.

Tak hanya berakhir di Satgas Pamtas RI-PNG, Yustus pun berharap kelak impiannya untuk bergabung dalam pasukan perdamaian ke Lebanon atau biasa disebut pasukan topi baja biru bisa terwujud.

“Ya mudah-mudahan pulang dari Satgas Pamtas ini, Tuhan sayang dan kami bisa berangkat ke Lebanon,” tandasnya. [tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge