0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dugaan Money Politics di Tulung, Panwaslu: Pelapor Setengah Hati

Staf Panwaslu Klaten menunjukkan barang bukti uang dan gambar paslon no 3 di Desa Malangan, Tulung (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Klaten menuding empat pelapor dugaan praktik politik uang (money politics) di Dukuh Pulon, Desa Malangan, Kecamatan Tulung, tidak sepenuh hati.

“Ibarat kasus pencurian, masa menangkap pencuri yang ditangkap hanya curiannya, tapi pelakunya enggak. Itu (pelapor) hanya setengah hati, kalau sepenuh hati ya pelaku dibawa sekalian ke sini,” kata Ketua Panwaslu Klaten Wandyo Supriyatno, Kamis (10/12).

Pihaknya mengaku kesulitan. Meski pelapor sudah memiliki barang bukti berupa 25 amplop berisi uang Rp 20 ribu, kartu bergambar tanda coblos dan stiker pasangan calon (Paslon) nomor urut tiga Sri Hartini-Sri Mulyani.

“Saya kelabakan ketika pelapor tidak memberikan data, siapa-siapa saja yang menerima uang dari terlapor. Padahal itu baru pemufakatan jahat untuk memberi. Sedangkan koridor kami bukan penyidikan,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, lima terlapor kasus tersebut mangkir dari panggilan Panwaslu hari ini. Pihaknya akan meminta klarifikasi terhadap laporan dugaan politik uang dari paslon no tiga itu melalui Panwascam Tulung.

“Karena tidak datang, hari ini juga kami mengirimkan surat kepada Panwascam Tulung untuk mendatangi (klarifikasi) terlapor. Jadi sejumlah pertanyaan dari kita sudah dilampirkan di berkas. Panwascam Tulung tinggal mengisinya,” kata Wandyo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge