0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tujuh Koruptor Sudah Dieksekusi Kejari Sragen

Kasi Pidsus Kejari Sragen Yasin Joko Pratomo (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Selama tahun 2015 ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen telah mengeksekusi tujuh orang terpidana dalam kasus korupsi di Kabupaten Sragen. Kasus korupsi itu meliputi penggelapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Kasda Sragen, korupsi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) hingga tukar guling tanah kas desa.

“Tujuh terpidana sudah kita eksekusi. Ada juga yang telah mengembalikan uang pengganti dan pembayaran denda,” kata Kepala Kejari Sragen, Victor Sault Tampubolon melalui Kasi Pidsus Kejari Sragen Yasin Joko Pratomo kepada wartawan, Kamis (10/12).

Dalam kasus korupsi PBB, telah dieksekusi terpidana Jumeri, Kadus Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo dengan pidana 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta. Kemudian kasus korupsi PD BKK Tanon telah dieksekusi terpidana atas nama Muhtini dengan pidana 5 tahun dan denda Rp 200 juta.

“Selain itu juga ada eksekusi terhadap denda sebesar Rp 200 juta dan uang pengganti sebesar Rp 10,50 Miliar atas nama terpidana mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono,” jelas Yasin.

Sementara dalam kasus korupsi dana BOS SMPN 1 Sukodono telah dieksekusi Sumantri (mantan kepala sekolah) dengan pidana 3 tahun penjara. Kemudian dua terpidana dalam kasus tukar guling tanah kas Desa Banyuurip, Kecamatan Sambungmacan, Parmin (Kades) dan Eko Sulistyo (bayan) telah dijatuhi hukuman penjara 4 tahun dan denda Rp 200 juta.

Yasin menambahkan, saat ini Kejari Sragen juga telah melakukan penuntutan dugaan tindak pidana korupsi dengan tersangka mantan Kepala SMKN 1 Gesi Purwanto.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge