0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Meski Tak Kenal Paslon, Napi Ini Tetap Nyoblos

Achmad Khalik
Seorang penghuni lapas sedang memberi hak suara (Achmad Khalik)

Solo – Meski tak mengenal secara dekat pasangan calon (Paslon) yang bertarung memperebutkan suara dalam Pilkada Kota Solo tahun ini, namun hal tersebut tak membuat salah seorang tahanan penghuni Rutan Kelas 1 Solo, Aryo Trihanto (37) ini menjadi golput. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pesta demokrasi yang dilangsungkan secara serempak di seluruh Indonesia ini menjadi bukti kepedulian bagi kemajuan bangsa dan negara.

“Saya sama sekali tidak mengenal betul siapa calon yang bertarung di Pilkada ini, lha wong sosialisasi cuman sekali itu tok. Itupun tanpa kehadiran dari dua pasangan calon yang bertarung, hanya dari KPU yang memberikan sosialisasi bahwa ada dua paslon yang bertarung nanti,” terang pria yang akrab disapa Aryo tersebut.

Pria yang ditahan lantaran terjerat kasus narkoba ini mengaku, selama ini banyak meminta pendapat dari sejumlah sipir penjara serta juga menyaring informasi dari rekan di Rutan terkait Paslon dalam Pilkada. Dari situlah, dirinya akhirnya membulatkan tekat untuk tetap memilih dan mempercayakan suaranya untuk pemimpin yang menjadi pilihannya.

“Dari sejumlah diskusi yang saya lakukan, akhirnya saya tetap menggunakan hak pilih untuk salah satu paslon. Meski tak mengenal dekat, saya berharap mereka mampu menjadi pemimpin yang amanah dan dapat membawa Kota Solo menjadi lebih baik,” kata Aryo.

Senada, salah seorang tahanan lain, Agus (21) mengaku juga tak mengenal dekat paslon yang terdapat dalam lembar suara. Dirinya hanya dapat berharap pemimpin yang diia pilih mampu membuat Solo lebih aman dan nyaman.

“Kalau kami gak muluk-muluk mintaknya. Asal ketika kami bebas, kami gak kesulitan nyari makan itu sudah cukup,” terang pria yang divonis 1,8 tahun penjara lantaran melakukan aksi pencurian.

Sementara itu, Ketua TPS 7 Rutan Solo, Kampung Baru,  Mulyadi mengaku, terdapat 103 daftar pemilih tetap (DPT) di Rutan Solo. Sebelumnya, daftar awal mencatat sebanyak 258 DPT. Namun, lantaran banyak dari tahanan maupun narapidana yang keluar masuk rutan maka DPT yang tersisi hingga kini mencapai angka 103 DPT.

“Memang daftar awalnya 258, tapii setelah dilakukan pendataan ulang tinggal 103 DPT,” terang Mulyadi.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge