0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Takut Dipersoalkan, Banyak Kader Ganti Seragam

merdeka.com
Ilustrasi Pilkada Serentak (merdeka.com)

Solo – Keberadaan kader juang dan regu penggerak pemilih (Guraklih) yang diterjunkan PDIP selaku partai pengusung calon walikota dan wakil walikota nomor urut 2 di sekitar tempat pemungutan suara (TPS) dipersoalkan sebagian kelompok masyarakat.

“Tadi Ketua Anak Ranting meminta kami untuk ganti pakaian. Karena diminta ganti ya kami ganti,” kata Mulyadi, salah satu kader juang PDIP di TPS 16, Tipes, Serengan, Rabu (9/12).

Sebelumnya, Mulyadi bersama rekannya sesama kader juang mengenakan seragam baju merah. Dibelakangnya terdapat tulisan Kader Juang berwarna putih.

Ketua Anak Ranting 13 PDIP Tipes, Sarno membenarkan adanya permintaan mengganti seragam (regu penggerak pemilih) Guraklih dan kader juang. Namun, permintaan itu hasil koordinasi dengan teman sesama partai.

“Kami minta ganti pakaian sekitar jam 08.00 WIB. Disuruh ganti warna yang netral. Daripada nanti terjadi apa-apa ya mending ganti biar netral,” ujar dia.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Solo, Sri Sumanta mengatakan keberadaan kader juang dan Guraklih yang mengenakan seragam merah tidak menjadi masalah. Sepanjang mereka tidak masuk ke TPS dan tidak melakukan intimidasi kepada pemilih.

“Kita nggak perlu terlalu sensitif. Warna kan tidak identik dengan partai. Intinya tidak boleh ada intimidasi atau mengarahkan pemilih. Tim satunya memakai baju putih atau warna apa juga tidak apa-apa. Yang penting seragam itu tidak mengandung unsur kampanye seperti gambar Paslon, nomor dan logo partai pendukung,” jelas dia.

Pantauan Timlo.net, tidak semua Guraklih dan kader juang mengganti seragam mereka. Di banyak tempat, Guraklih dan kader juang tetap memakai seragam merah.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge