0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bagikan Undangan dan Uang, Anggota KPPS Dipecat

timlo.net/nanin (ist)
Barang bukti surat undangan dan uang yang disita di Desa Sukorejo, Musuk. (timlo.net/nanin (ist))

Boyolali — Seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Sukorejo, Musuk, Nyoto Suparto, Senin (7/12) malam, langsung diberhentikan dari jabatannya oleh KPU Boyolali. Pemberhentian ini berdasarkan rekomendasi dari Panwaslu.

“Dia terbukti membagikan surat undangan ke warga dengan uang Rp 25 ribu yang distaples, ” kata Ketua Panwaslu Boyolali, Narko Nugroho, Selasa (8/12).

Dari hasil pemeriksaan, awalnya Nyoto mengaku bila uang tersebut untuk merangsang warga agar mau datang ke TPS. Meski akhirnya, Nyoto mengakui bila pembagian uang tersebut dengan harapan agar warga memilih paslon tertentu. Sayangnya, Panwaslu tidak bersedia membuka identitas sang paslon. Panwaslu juga tidak melacak lebih lanjut sumber dana tersebut.

“Janganlah, nanti kesannya kita mau menjatuhkan paslon tersebut,” dalihnya.

Sementara itu, setelah pembagian uang oleh anggota KPPS itu dipergoki warga dan melapor ke Panitia Pengawas Kecamatan Musuk, seluruh formulir C 6 di Desa Sukorejo ditahan sementara pada Senin malam. Hal ini dilakukan agar uang tersebut tidak terlanjur menyebar ke warga lain.

“Begitu pemeriksaan selesai, undangan langsung kita kembalikan, ” tambahnya.

Sementara itu, selain di Musuk, Panwaslu juga menemukan kasus serupa yang terjadi di Desa Talakbroto, Simo, Desa Jeruk di Kecamatan Selo, Desa Bangkok dan Desa Bantengan di Kecamatan Karanggede, dan Kelurahan Pulisen di Kecamatan Boyolali Kota.

“Tapi para pelapor enggan menjadi saksi, ” ungkapnya.

Sementara itu, dua kubu pasangan calon bupati Boyolali membantah telah melakukan politik uang menjelang pelaksanaan pilkada.

“Kami juga menerima informasi itu, tapi itu bukan dari tim kami, ” kata Wakil Ketua Tim Pemenangan pasangan calon nomor urut satu Seno Samodro – Said Hidayat, Ribut Budi Santoso.

Senada diutarakan calon bupati nomor urut dua, Agus Purmanto.

“Kami tidak pernah menerapkan praktik politik uang, ” kata Agus saat ditemui di rumahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge