0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Disbudpar Karanganyar Optimis Target PAD Terpenuhi

dok.timlo.net/nanang rahadian
Diorama di Museum Dayu (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar —  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karanganyar optimis target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata tercapai. Apalagi kini telah disetujui kenaikan harga tiket masuk di dua candi yang paling banyak pengunjungnya tersebut.

“Candi Sukuh dan Candi Cetho paling banyak pengunjungnya, kita optimis dari dua candi itu akan ada pemasukan yang bagus,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karanganyar, Tarsa, Selasa (8/12).

Dalam MoU yang ditandatangani Pemkab Karanganyar dengan BPCB Jawa Tengah disepakati bagi hasil penjualan tiket masih sama seperti sebelumnya, yaitu 50:50. Tarsa optimistis target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2016 sektor pariwisata dapat tercapai, salah satunya melalui optimalisasi di dua candi tersebut.

“Target PAD Rp 1,150 miliar. Enam TPR yang semula diandalkan menyetor PAD kini sudah ditutup. Sebagai gantinya, Pemkab membidik obyek lainnya seperti Candi Cetho dan Sukuh yang mengalami kenaikan harga tiket serta kerjasama pengelolaan Grojogan Sewu dan Museum Dayu,” katanya.

Di Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Dayu, Pemkab Karanganyar memperoleh setoran 40 persen dari penjualan tiket Rp 5 ribu per lembar. Kemudian Pemkab memperoleh pembagian Rp 2 ribu dari penjualan tiket masuk Grojogan Sewu Rp 15 ribu per lembar.

“Sedangkan jumlah kunjungan per bulan untuk Candi Cetho mencapai 6 ribu orang. Pada hari Minggu dan tanggal merah bisa 1.500 orang dan mancanegara 300 orang. Dengan adanya promosi 16 agenda di kalender event akan banyak mendorong kunjungan terutama keperluan religi,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge