0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasar Taruhan Pilkada Menghangat, Omset Capai Ratusan Juta Rupiah

Ilustrasi Pilkada Serentak ()

Klaten — Menjelang hari pencoblosan 9 Desember, praktik judi terselubung mulai merambah helatan Pilkada Klaten. Para petaruh atau botoh secara sembunyi-sembunyi mulai memasang bursa taruhan untuk menjagokan pasangan calon (paslon) pilihannya. Tak tanggung-tanggung, nilai taruhan mencapai ratusan juta rupiah.

“Mulai ramai sekitar dua pekan terakhir. Minimal botohannya Rp 50 juta ke atas,” kata seorang broker taruhan yang tanpa sengaja bertemu Timlo.net di salah satu angkringan di Alun-alun Klaten, Senin (7/12).

Sebagai perantara, pria tengah baya berpenampilan necis ini mengaku menerima komisi lima persen dari pundi-pundi rupiah yang disepakati para botoh. Mereka merupakan orang asli Klaten yang bukan tim sukses paslon atau kader partai pengusung. Mereka murni petaruh yang ingin memeriahkan pesta demokrasi sebagai ajang mengumpulkan mengeruk rupiah.

“Sudah biasa, tidak hanya pas Pilkada. Kalau ada pemilihan kepala desa atau perangkat desa juga taruhan. Tapi nominalnya lebih kecil, Rp 10 juta hingga Rp 50 juta. Motivasinya biar greget, bukan masalah loyalitas. Kita ini lima tahun kedepan akan ditipu, masak kita enggak ikut deg-degan,” katanya.

Dari tiga paslon yang bertarung di Pilkada Klaten, menurut dia, ajang taruhan paling diminati botohers antara paslon no dua, One Krisnata-Sunarto, melawan paslon no tiga, Sri Hartini-Sri Mulyani. Sudah ada 12 orang petaruh yang deal melalui dirinya.

Bila nilai taruhan sudah disepakati, klausul pemenang taruhan diperoleh melalui penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Adapun uang yang dipertaruhkan ditransfer melalui rekening bank atau lewat notaris. Pasalnya jika menunggu sampai Mahkamah Konstitusi (MK) terlalu lama.

“Bukannya menganggap sebelah mata paslon no satu (Mustafid Fauzan- Sri Harmanto), tapi yang paling ramai dijadikan taruhan nomer dua dan tiga. Sudah ada enam deal taruhan, dari Rp 50 juta hingga Rp 130 juta yang totalnya hampir Rp 700 juta. Uang bisa dikirim via rekening pihak ketiga yang sudah ditunjuk atau lewat notaris. Bahkan ini ada seorang botohers yang siap bertaruh Rp 500 juta untuk menjagokan no dua, tapi belum ada musuhnya,” bebernya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge