0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Frekuensi Hujan Belum Merata, MT 1 Mundur

Komandan Kodim Klaten Letkol Inf Bayu Jagat mencanangkan tanam serentak padi di areal persawahan di Desa Wanglu, Kecamatan Trucuk (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten – Komando Distrik Militer (Kodim) 0723/Klaten bersama Dinas Pertanian (Dispertan)Klaten melakukan tanam serentak padi di areal persawahan di Desa Wanglu, Kecamatan Trucuk, Senin (7/12) siang. Kegiatan itu sebagai tindak lanjut MoU antara TNI AD bersama pemerintah pusat guna menuju swasembada pangan tiga tahun kedepan.

“Tadi pagi sudah dilaksanakan oleh para Danramil di tempat terpisah, seperti Ceper, Delanggu, dan lain-lain, tapi simbolisnya di sini. Karena ini sesuai instruksi Presiden yang menargetkan swasembada pangan,” ujar Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten Letkol Inf Bayu Jagat.

Sementara itu, Kepala Dispertan Klaten Wahyu Prasetyo mengatakan, pencanangan tanam serentak ini untuk mempercepat proses musim tanam satu (MT 1) yang seharusnya dilakukan pada bulan Oktober lalu. Sehingga bisa menghasilkan panen sesuai jadwal pada buan Maret 2016.

“Ini baru awal, karena kita (tanamnya) mundur akibat frekuensi hujan di Klaten yang belum merata. Total area persawahan MT 1 ada sekitar 37 ribu (37.717) hektar yang tersebar di 26 kecamatan,” katanya.

Untuk mengejar itu, lanjut Wahyu, Klaten menerima subsidi dari APBN berupa 30 alat tanam (transplanter), alat panen (combine), tenaga olah lahan, tenaga tanam, dan operasional operator alat. Bantuan diprioritaskan di sawah-sawah produktif, berpengairan teknis yang mampu ditingkatkan produksinya, serta dimungkinkan penggunaan transplanter.

“Untuk Kecamatan Trucuk ada seribu hektar yang digarap 10 gapoktan, termasuk gapoktan Desa Wanglu. Dimana satu hektarnya mendapat operasional sekitar Rp 1,5 Juta, belum pompanya sebanyak 60 untuk percepatan. Kami optimis panen sesuai target,” lanjutnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge