0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Khofifah : PKH Bisa Memutus Rantai Kemiskinan

timlo.net/nanin
Mensos Khofifah Indar Parawansa, saat melakukan pantuan pencairan bantuan PKH di Ngemplak, Boyolali, melakukan dialog dengan salah satu penerima (timlo.net/nanin)

Boyolali — Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, meninjau lansung pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kantor Pos Ngemplak, Senin (7/12). Khofifah berharap, PKH bisa memutus rantai kemiskinan. Pemantauan itu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program itu benar-benar berjalan dan tepat sasaran.

“Program ini untuk perlindungan sosial bagi masyarakat dengan ekonomi rendah,” kata Khofifah.

Dijelaskan, untuk pemberian bantuan PKH besarnya berbeda disesuaikan dengan beban biaya hidup keluarga penerima. Rata-rata antara Rp 3,1 juta hingga terbesar Rp 3,6 juta rupiah. Bantuan PKH dicairkan empat kali dalam satu tahun.

Untuk ibu yang memiliki balita mendapat bantuan sebesar Rp 1 juta dalam satu tahun. Kemudian yang memiliki anak SD, memperoleh bantuan PKH Rp 450.000 setahun, memiliki anak smp sebesar Rp 750 ribu/tahun dan memiliki anak SMA-SMK mendapatkan bantuan Rp 1 juta pertahun. Untuk ibu hamil, mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 juta.

“Ibu yang memiliki balita, bantuan gunakan untuk pemenuhan gizi anak, jangan untuk kebutuhan lain,” pesan Khofifah dihadapan ratusan penerima.

Sementara salah satu penerima PKH, Ny Turah, terlihat matanya berkaca-kaca saat menerima bantuan yang diserahkan langsung oleh Mensos. Bahkan, Ny Turah sempat meneteskan air mata saat dipeluk orang nomor satu di jajaran Kementerian Sosial tersebut. Ny Turah yang memiliki anak yang masih duduk di SMA ini, mendapatkan bantuan PKH dari Kemensos tahap pertama sebesar Rp 250.000. Ditambah bantuan pokok Rp 150.000. Sehingga total menerima Rp 350.000.

“Terima kasih bu menteri, terimakasih,” ucap Ny Turah terharu.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge