0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Panwaslu Rekomendasikan Ketua KPPS Tak Netral Dinonaktifkan

dok.timlo.net/daryono
Ketua Panwaslu Solo, Sri Sumanta (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Solo merekomendasikan penonaktifan Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Tempat Pemungutan Suara (TPS) 40, Semanggi, Suyatni dari posisinya sebagai Ketua KPPS.  Sebagai KPPS, Suyatni dianggap tidak netral.

“Suyatni kami rekomendasikan dinonaktifkan secepatnya. Surat rekomendasi kami kirim hari ini. Saya juga sudah komunikasi by phone dengan Ketua KPU (Agus Sulistyo —Red),” kata Ketua Panwaslu Solo, Sri Sumanta kepada wartawan, Senin (7/12).

Rekomendasi penonaktifan Suyatni merupakan buntut dari klarifikasi Panwaslu terhadap dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan istri calon walikota Anung Indro Susanto, Sri Subhkati dalam pengajian di Majelis Taklim Putri Masjid Daarul Maarif, Semanggi. Pasalnya, Suyatni selaku ketua pengajian yang memberi kesempatan kepada Sri Subhakti untuk berbicara di forum pengajian.

“Ketua KPPS kok membolehkan istri calon (calon walikota) memberi sambutan. Saat kami klarifikasi, dia (Suyatni) mengaku tidak mengundang Sri Subhakti. Tetapi, saksi lain menyatakan ketua pengajian (Suyatni) yang mengundang,” jelas Sumanta.

Menurut Sumanta, penonaktifan Suyatni tidak akan menggangu kinerja KPPS pada pemungutan 9 Desember nanti. Terlebih, proses penghitungan suara tidak seberat pemilihan anggota legislatif (Pileg).

“KPPS kan ada tujuh orang. Kalau dinonaktifkan satu kan masih ada enam. Masih bisa kerja. Rekapitulasi juga hanya dua hanya calon. Tidak berat,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo mengaku belum menerima rekomendasi penonaktifan Suyatni. Jika benar ada rekomendasi KPU, Agus menyatakan akan terlebih melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan.

“Kita lihat dulu rekomendasinya seperti apa, Berita Acara Pemeriksaan (BAP)-nya seperti apa. Baru akan kita lakukan mekanisme untuk melakukan klarifikasi. Dinonaktifkan atau tidak tergantung hasil klarifikasinya nanti,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge