0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Industri Padat Modal Perlu Diberi Insentif Pajak

dok.timlo.net/setyo pujis
Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Tekstil indonesia (API) Jawa Tengah, Liliek Setiawan (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo – Paket ekonomi jilid VII  yang mengatur soal pemotongan pajak penghasilan (PPh) karyawan pada sektor padat karya disambut baik oleh pelaku industri. Hanya saja kebijakan tersebut diharapkan bisa diperluas agar dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

“Karena tingginya pajak serta adanya pencabutan subsidi yang saat ini mulai diberlakukan pemerintah turut menggerus daya beli masyarakat. Oleh sebab itu mestinya pengurangan pajak sebesar 50 persen tersebut bisa diperluas ke industri lain, tidak hanya pada sektor padat karya saja,” ujar Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Tekstil indonesia (API) Jawa Tengah, Liliek Setiawan saat dihubungi wartawan, kemarin.

Dikatakan, untuk industri padat karya seperti pada sektor TPT (tekstil dan produk tekstil ) penyerapan tenaga kerja masih minim yaitu hanya 19 persen jika dibandingkan tenaga kerja yang tersebar diberbagai sektor lain. Oleh karena itu dia berharap perlu ada penambahan kategori dalam memberikan potongan pajak tersebut.

“Misalnya saja tidak hanya pada sektor industri padat karya  yang diberikan insentif, melainkan juga industri padat modal,” jelasnya

Liliek juga berharap pemerintah harus lebih tanggap dengan ketersediaan bahan baku dalam negeri jika ingin mendorong kemandirian ekonomi. Pasalnya, sampai dengan saat ini kebutuhan akan bahan baku, khususnya pada sektor TPT masih 95 persen impor.

“Kendati demikian kita menilai bahwa paket ekonomi yang dikeluarkan pemerintah selama ini sangat positif untuk kemajuan ekonomi ke depan,” tandasnya

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge