0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Potensi Pasar Lokal Tidak Kalah Dengan Permintaan Ekspor

Karyawan Mandiri Mebel home furnishing.inc saat melayani calon konsumen (timlo.net/setyo puji s)

Solo – Krisis ekonomi global yang ditandai dengan menguatnya nilai tukar Dolar terhadap sejumlah mata uang ikut memukul sejumlah eksportir dalam negeri. Untuk menyiasati kondisi tersebut sejumlah pelaku usaha pun lebih memilih fokus terhadap pasar lokal. Salah satunya yang dilakukan oleh Mandiri Mebel home furnishing.inc.

“Sejak adanya gejolak ekonomi global tersebut permintaan ekspor kita turun hampir 80 persen jika dibanding kondisi normal sebelumnya,” ujar Manager Marketing Mandiri Mebel home furnishing.inc, Tri Winarni kepada Timlo.net, Minggu (6/12).

Dirinya mengatakan, selain permintaan pasar ekspor turun secara drastis adanya aturan yang mewajibkan para pelaku usaha memiliki sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) juga turut mempersulit ruang gerak pelaku usaha yang selama ini fokus ekspor ke luar negeri.

“Oleh karena itu daripada terlalu beresiko kita memutuskan untuk menghentikan ekspor dan lebih memilih memaksimalkan potensi pasar lokal,” jelasnya.

Menurutnya, potensi pasar lokal khususnya Kota Solo dan Yogyakarta terhadap permintaan mebel saat ini cukup tinggi. Bahkan ia mengaku jika dibandingkan dengan permintaan pasar ekspor potensinya tidak jauh berbeda.

“Saat ini yang paling digemari adalah kitchen set, kursi serta produk kerajinan yang digemari anak-anak. Oleh sebab itu ada beberapa produk yang kita buat sedetail mungkin dengan selera mereka seperti model frozen dan hello kitty,” tandasnya.

Editor : Eddie Mutaqin

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge