0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masyarakat Diminta Lebih Peduli Soal Kekerasan terhadap Anak

timlo.net/daryono
Aktivis Pendamping anak bentangkan poster ajakan menghentikan kekerasan pada anak (timlo.net/daryono)

Solo — Sejumlah pegiat pendamping anak dari beberapa komunitas menggalar aksi edukatif di Car Free Day (CFD) Jl Slamet Riyadi, Minggu (6/12). Mereka mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan memberikan perlindungan kepada anak.

“Masih banyak anak-anak yang menjadi korban kekerasan. Faktornya macam-macam seperti rayuan pacar, dipaksa tetangga, melalui media sosial kemudian ketemu, diperkosa, perilaku teman dan sebagainya. Bentuknya juga tidak hanya kekerasan seksual tetapi juga kekerasan fisik, psikis, eksploitasi dan penelantaran,” kata Nur Hidayah, salah satu pendamping anak dari Yayasan Setara saat ditemui Timlo.net di CFD.

Selain setara, komunitas pemerhati anak yang terlibat antara lain Kakak, Kapas, Desa Layak Anak, Forum Anak, Lembaga Perlindungan Anak dan Telepon Sahabat Anak. Mereka tidak tidak hanya dari Solo tetapi juga dari beberapa daerah di Jawa Tengah.

Selain mengedukasi masyarakat, kegiatan yang dilakukan di empat titik yakni depan Solo Grand Mall, Sriwedari, depan Solo Bistro dan Ngarsopuro itu juga menjaring informasi tentang anak dari pengunjung CFD. Hasilnya cukup mengejutkan lantaran masih banyak masyarakat belum memilki pemahaman yang benar tentang anak.

“Seperti tentang batasan umur anak. 80 Persen menjawab anak-anak itu usai 0-13 tahun. Padahal di Undang-Undang Perlindungan Anak, usia anak-anak itu 0-18 tahun. Kedua juga soal persepsi. Ketika ditanya saat ada kekerasan terhadap anak apa yang dilakukan, hampir semua menjawab hanya menegur dan mendiamkan,” ujar Nur.

Menurut Nur, jawaban masyarakat menunjukkan masyarakat belum memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi kekerasan pada anak. Seperti saat ditanya ketika ada anak-anak hamil, mayoritas jawaban masyarakat sebatas memotivasi.

“Oleh karena itu, di sini kami menjelaskan informasi yang tepat tentang anak dan apa yang harus kita lakukan,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge