0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hiii…Begini Cerita Keangkeran Ruang Tahanan Polsek Serengan

timlo.net/achmad khalik
Kasi Humas Polsek Serengan, Aiptu Suharyanto menunjukkan lokasi ruang tahanan angker di Polsek Serengan (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Tak ubahnya seperti fungsi ruang tahanan lainnya, penjara Polsek Serengan dibangun untuk para penjahat yang tertangkap. Namun, siapa sangka. Banyak diantara para penjahat ini yang bergidik ketika memasuki ruang tahanan berukuran 2X3 meter ditambah toilet tersebut. Hawa pengap, lantaran minimnya ventilasi langsung terasa ketika Timlo.net menengok ruang tahanan bekas peninggalan jaman kolonial tersebut. Terlebih, dari desas desus masyarakat sekitar, memang dulunya kawasan Polsek Serengan terkenal angker sebelum beralih fungsi menjadi tempat layanan masyarakat (Polsek-red).

Jika digambarkan secara detail, kondisi di dalam ruang tahanan ini tergolong pengap. Pintu jeruji besi dengan kondisi telah berkarat juga menambah kesan bahwa ruang tahanan nampak ’sangar’. Sebuah tikar digelar, bagi penghuni tahanan yang ingin merebahkan badan. Serta, sebuah kamar kecil tanpa dilengkapi pintu, yang terhubung langsung dengan ruang penjara.

Namun ada yang berbeda. Berdasarkan informasi yang didapat, banyak tahanan tidak betah berlama lama tinggal di ruang tersebut. Jangankan untuk tinggal, untuk memejamkan mata pun akan sulit dilakukan. Pasalnya mereka merasa diawasi sosok yang mengerikan. Sosok tersebut mengenakan jubah putih dan menggantung di sudut ruangan.

Sosok itu akan memandangi tahanan terus menerus hingga mereka ketakutan. Bahkan pernah suatu ketika, seorang residivis kejahatan terkenal malang melintang di kawasan Jawa Tengah hampir tewas di penjara tersebut. Bagaimana tidak, residivis kasus pencurian tersebut bunuh diri dengan cara menggantung menggunakan kaos yang dipakai. Jika petugas telat semenit saja, dipastikan tahanan itu sudah tak bernyawa.

“Belajar dari kasus itu, maka kami tidak ingin meletakkan tahanan disini (Polsek Serengan-red) jika cuma satu orang. Minimal 2 atau 3 orang baru berani,” jelas Kapolsek Serengan, Kompol Edi Wibowo saat berbincang dengan Timlo.net baru-baru ini.

Tak hanya kejadian tersebut, tiap kali penjahat yang menempati ruang tahanan itu pasti akan berteriak-teriak. Dalam pengakuannya, mereka melihat sesosok perempuan dengan mengenakan busana putih serta rambut terurai panjang. Sedangkan, matanya berwarna merah dan kakinya melayang sama sekali tidak menyentuh tanah.

“Kalau tahanan yang ngaku melihat penampakan sudah berulang kali. Ini juga dijadikan shock therapy, supaya penjahat tidak seenaknya beraksi di kawasan Serengan,” tegas Kapolsek.

Jika kedua hal diatas telah terjadi dan tahanan telah mengaku tidak betah di ruang tersebut, maka pihak Polsek Serengan akan mengirimkan ke tahanan Polresta Solo. Upaya ini untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan atau sampai kebablasan.

“Ya minimal mereka takut balik kesini. Jadi, akan mikir dua kali kalau beraksi di Serengan,” aku Kapolsek.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge