0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tim Ahli Simpulkan Pengemudi Lamborghini Maut Kurang Perhatikan Medan

merdeka.com
Kecelakaan Lamborghini (merdeka.com)

Timlo.net – Mobil Lamborghini maut yang dikemudikan Wiyang Lautner bersistem transmisi manual. Saat kecelakaan terjadi pada Minggu pagi (29/11) di sebuah warung STMJ di Jl Manyar Kertoarjo, Surabaya, terjadi kerusakan persneling gigi 3 ke gigi 4.

Analisa itu diungkap dua saksi ahli yang didatangkan pihak kepolisian Jumat kemarin (4/12). Dua saksi ahli itu dari pihak distributor mobil Lamborghini di Jakarta, yaitu PT Artha Auto.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, AKP Lily Djjafar mengatakan, dari penelitian pihak PT Artha Auto Jumat kemarin, ada dua poin kesimpulan. Yang pertama adalah human of error.

Wiyang, diperkirakan sudah mahir mengemudikan mobil supercar type 570/4STS Tahun 2012 dengan kapasitas mesin 5.500 CC buatan Italia tersebut. Hanya saja, pemuda 24 tahun warga Dharma Husada Regency itu tidak memperkirakan kondisi jalan saat mengendarai mobil berbobot 1,5 ton tersebut, sehingga terjadi selip.

“Dia (Wiyang) diperkirakan sudah bisa mengemudikan mobilnya. Ini dibuktikan, saat kejadian, dia tidak melakukan apa-apa, dan tidak menambah tenaga atau gas, tapi justru menurunkan kecepatannya,” terang Lily di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (5/12).

Hanya saja, lanjut dia, meski sudah mahir, saat kejadian, Wiyang diduga tidak bisa memperkirakan kondisi medan yang dilaluinya.

“Apakah jalan dalan kondisi kering atau basah. Termasuk kondisi jalan yang bergelombang atau tidak. Jadi kondisi jalan kering dan kondisi jalan hujan atau basah itu berpengaruh,” katanya.

“Apabila kondisi jalan perubahan dari jalan basah ke jalan kering atau sebaliknya maka cenderung bahaya, sehingga dapat menyebabkan ban mobil selip. Ini yang tidak diperkirakan sebelumnya oleh si pengemudi sebelum kejadian,” sambungnya.

Dari hasil analisa yang disampaikan pihak PT Artha Auto kepada penyidik, masih kata Lily, kondisi airbag juga bekerja baik. Sebab, terlihat airbag masih berfungsi saat mobil Wiyang mengalami benturan.

“Saat terjadi benturan waktu itu, airbag langsung mengembang,” katanya lagi.

Poin kedua hasil analisa PT Artha Auto, dilihat dari hasil rekaman CCTV dan analisa kerusakan kendaraan, disimpulkan, saat peristiwa di Minggu pagi yang nahas itu, Wiyang menggunakan sistem manual dan terjadi kerusakan dari persneleng 3 ke gigi 4.

“Tim ahli dari PT Artha Auto menyampaikan, sebelum berkendara, pemilik Lamborghini memang harus mendapat pelatihan khusus lebih dulu. Karena ini penting untuk mengenal karakter mobil. Apalagi, Lamborghini berbeda dengan mobil umumnya,” pungkas Lily.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge