0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bakat Otodidak Hantar Naning Sampai Luar Negeri

Naning Sri Rahayu (Tarmuji)

Wonogiri – Dara asal Desa Brajan RT.2/RW.V Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri ini memiliki segudang prestasi. Mulai dari event dalam negeri hingga luar negeri pernah dilakoni.

Bakatnya di bidang seni tari, menghantarkan Naning Sri Rahayu hingga ke kancah internasional. Prestasi yang ia raih diantaranya, Promosi Kebudayaan di Belgia dan Paris tahun 2007, sebagai wakil Kabupaten Wonogiri peraih juara 3 Seni Budaya dan Juara Umum dalam rangka Kemah Budaya tingkat Provinsi Jateng tahun 2008.

Ia juga menjadi partisipan Pemilihan Putra dan Putri Batik Wonogiren tahun 2008, mendapat penghargaan dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa dalam rangkaian kegiatan Diplomasi dan Promosi Budaya Indonesia di Belgia tahun 2008.

Pada 2009 ia mendapat penghargaan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura dalam rangka Promosi Budaya dan Pariwisata Indonesia dengan penampilan Reog Ponorogo di Singapura. Pada tahun yang sama, gadis ini ikut dalam tim kesenian wakil Indonesia dalam rangka Enchanting Indonesia 3.

Ia meraih Certificate Of Appreciation Asia’s Grandest Street & Floats Parade Chingay Parade Singapore tahun 2009.

“Saya mewakili delegasi Jateng dalam banyak kegiatan seni budaya,” ujar Naning, Sabtu(5/12).

Dari sekian event yang diikuti, anak kedua dari enam bersaudara ini memiliki kesan yang tidak pernah dilupakan. Salah satunya di tahun 2015, ketika dirinya mengikuti Kapal Pemuda Nusantara (KPN) di teluk Tomini,di Parigi Moutong di Sulawesi Tengah.

Waktu itu, event SAIL Tomini dilakukan di atas kapal. Namun, kapal mengalami oleng karena hantaman gelombang yang besar. Dengan totalitas dalam menari akhirnya pertunjukannya dapat terlaksana dengan baik.

Peserta dari propinsi lain batal perform lantaran mabuk laut. Sehingga setelah selesai pertunjukan tarinya, peserta lain memberikan aplause yang luar biasa pada dirinya.

“Padahal sebenarnya,tarian kala itu, bagi saya amburadul. Tapi mereka memberikan sambutan dan tepuk,” jelasnya.

Yang paling menarik, ia belajar menari secara otodidak. Awalnya dia hanya suka berdandan ala seorang penari. Namun karena suka, ia kemudian belajar menari secara profesional.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge