0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Istri Dilaporkan Panwaslu, Anung Kecewa

dok.timlo.net/daryono
Anung menyerahkan salinan SK Pemberhentian dirinya sebagai PNS kepada Ketua KPU Solo Agus Sulistyo (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Calon walikota Solo, Anung Indro Susanto menyayangkan pelaporan istrinya, Sri Subhakti ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Solo. Sebagai istri Cawali, semestinya gerak Sri Subhakti tidak dibatasi.

“Saya menyayangkan laporan itu. Ya itu kan dia (Sri Subhakti) nggak begitu paham, apa namanya persoalan aturan pilkada,” kata Anung kepada Timlo.net, Jumat (4/12).

Sebelumnya, Sri Subhakti dilaporkan oleh Sri Waluyo, warga Semanggi, ke Panwaslu lantaran melakukan kampanye di Majelis Taklim Putri Masjid Daarul Maarif, RT 1 RW XIII Semanggi, Pasar Kliwon pada 30 November lalu. Selain diduga kampanye di luar jadwal dan tempat terlarang, Sri Subhakti juga diduga melanggar netralitas PNS lantaran ia berstatus Kabid Pengawasan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Solo.

Yang lebih disayangkan, lanjut Anung, masyarakat semestinya menyambut baik gerak aktif Sri Subhakti. Sebagai istri Cawali, Sri Subhakti aktif mengenalkan Anung.

“Kan nantinya dia akan memimpin PKK. Harusnya masyarakat mensyaratkan itu (tampil di masyarakat,” jelas dia.

Disinggung status istrinya sebagai PNS, Anung berpendapat semestinya status PNS tidak membelenggu istirnya untuk mengenalkan dirinya sebagai Cawali. Kewajiban sebagai istri Cawali untuk mensosialisasikan ke masyarakat dipandang lebih tinggi daripada status PNS.

Informasi yang diperoleh Timlo.net, klarifikasi terhadap istri Anung yang dijadwalkan Panwaslu Jumat (4/12) belum terlaksana lantaran hingga Jumat malam, istri Anung tidak datang. Rencananya, Sabtu (5/12) siang, istri Anung baru akan memenuhi panggilan Panwaslu.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge