0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lahan di Jawa, Kandungan Organik Kurang Satu Persen

Suntoro (timlo.net/eko prasetyo)

Solo – Pakar Kesuburan Tanah Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Dr Suntoro menyatakan, 60 persen lahan sawah di Pulau Jawa, bahan kandungan organik sudah kurang dari satu persen.

“Padahal lahan pertanian bisa berkelanjutan jika bahan organiknya lebih dari 2 persen,” jelas Suntoro kepada Timlo.net menjelang tampil Talkshow World Soil Day bertemakan Reform Agraria Sebagai Suksesor Menuju Kemandirian Pangan Nasional, di Kampus Fakultas Pertanian UNS, Solo, Jumat (4/12).

Guru besar Fakultas Pertanian UNS mengemukakan, ada dua permasalahan pokok lahan yang terjadi di Indonesia. Pertama adalah degradasi lahan, yakni meliputi berkaitan sifat kimia tanah. Dimana semakin lama, semakin menurun kesuburannya.

Penyebabnya terkait penggunaan pestisida, penggunaan pupuk yang saat optimal berkonsentrasi tinggi yang menyebabkan dampak-dampak kurang menguntungkan. Terutama kandungan bahan organic, karena petani sudah enggan menggunakan bahan organik.

Kedua, menurut Suntoro, terkait pencemaran-pencemaran limbah-limbah. Baik limbah industry, terjadinya asap, bahan beracun dan berbahaya. Hal itu, diantara yang ikut mencemaran tanah, sehingga menurunkan kesuburan lahan.

Faktor lain, terutama di Pulau Jawa, adalah terjadinya alih fungsi lahan yang luar biasa. Bahkan di Indonesia ini sudah 110.000 hektar pertahun, ironisnya sebagian adalah lahan-lahan yang potensial. Misalnya, di ring perkotaan, sepanjang pantura pulau Jawa dan sebagainya.

“Ini yang dikenal sebagai Lapar Lahan, yakni lahan-lahan yang meskipun masih hijau tetapi pemilikannya sudah siap beralih ke lahan tertentu. Tinggal menunggu waktu saja,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge