0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Dugaan Penjualan Raskin, Polres Koordinasi Dengan BPKP Jateng

Raskin untuk warga Desa Bengle yang diduga hendak dijual (timlo.net/nanin)

Boyolali – Polres Boyolali telah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah terkait kasus dugaan penjualan raskin Desa Bengle, Wonosegoro. Hal ini untuk mengetahui ada unsur pelanggaran pidana atau tidak.

“Kalau nanti masuk dalam ranah pidana korupsi, maka kasus akan lanjut,” kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, Andi Prasetya, Jumat (4/12).

Pekan depan, pihaknya akan melakukan expos kasus penjualan raskin Desa Bengle ke BPKP Jateng. Polres sudah melakukan klarifikasi ke sejumlah pihak, namun apa hasilnya, Andi masih enggan membeberkan. Kasus penjualan raskin sebanyak 215 karung ini, harus hati-hati dalam menetapkan tersangka.

“Pokoknya tunggu nanti, kita masih konsentrasi Pilkada dulu,” tambahnya.

Terpisah, Kabag Perekonomian, Dirham mengungkapkan, sudah melakukan klarifikasi ke Kades Bengle, Budiyono. Dari hasil klarifikasi tersebut, Kades mengaku penjualan raskin sudah atas kesepakatan dengan warganya. Rencananya uang hasil penjualan akan digunakan untuk membangun jalan desa. Mestinya, raskin tidak dijual dan tidak dibagi rata, dan harus sampai ke rumah tangga sasaran.

“Memang tidak boleh dijual, tapi juga tidak ada sanksi bagi siapapun yang menjual raskin,” ungkap Dirham.

Namun, setelah kasus penjualan 215 karung raskin terungkap, kesepakatan dengan warga dibatalkan. Rencananya, 215 raskin yang saat ini dititipkan di gudang Mutyami, akan dibagikan kepada warga penerima sasaran.

“Tapi kita tunggu hasil penyelidikan dari kepolisian,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge