0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Sendang Kusumastuti, Lulusan Keguruan yang Tak Mau Jadi Guru

Sendang Kusumastuti (foto: David)

Timlo.net – Lahir di keluarga pendidik tidak membuat Sendang Kusumastuti lantas berkarir sebagai pendidik seperti orang tuanya. Sendang punya pilihan hidup sendiri untuk kemudian bergelut di dunia perhotelan.

Lahir di keluarga pendidik tidak membuat Sendang Kusumastuti lantas berkarir sebagai pendidik seperti orang tuanya. Sendang punya pilihan hidup sendiri untuk kemudian bergelut di dunia perhotelan.

Meski tidak mengikuti jejak orang tua sebagai pendidik, naluri pendidikan tetaplah ada dalam jiwa Sendang. Hal itu dipraktekkannya selama berkarir di dunia perhotelan, hingga kini dipercaya sebagai General Manager (GM) Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH).

“Orang tua pengennya saya jadi guru. Karena kedua orang tua saya itu guru semua. Makanya saya dulu disuruh kuliah di keguruan,” kata Sendang kepada TimloMagz, akhir bulan lalu.

Sendang memang mengikuti arahan orang tuanya untuk kuliah di keguruan. Terbukti selepas lulus dari SMA N 4 Solo, ia masuk di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan mengambil jurusan pendidikan bahasa Jerman.

Selain ingin melegakan permintaan orang tua, perempuan kelahiran Solo, 26 Februari 1968 ini memang menyukai pendidikan bahasa.

Meski masuk ke ilmu keguruan, sebelum kuliah Sendang sudah memutuskan untuk tidak menjadi guru. Ia lebih memilih bercita-cita sebagai public relations (PR). Profesi PR dipandangnya menarik lantaran bisa ketemu banyak orang.

Setelah lulus di tahun 1993, Sendang memang benar-benar tidak berminat menjadi guru. Ia mengajukan lamaran sebagai PR dan marketing di hotel Sahid Jaya Solo. Dua tahun kemudian, Sendang diterima bekerja sebagai front office (FO). Dari situ, karir Sendang terus menanjak mulai dari marketing hingga asisten sales marketing.

Di tahun 2010, posisi marketing manajer di KSPH, hotel satu grup dengan Hotel Sahid Jaya, mengalami kekosongan. Sendang kemudian diminta mengisi kekosongan tersebut. Ia kemudian pindah ke KSPH sebagai Marketing Manager. Baru pada 2012 kemudian ia dipromosikan sebagai Excecutive Assistant Manager (wakil GM).

“Akhirnya April 2015, ada promosi mutasi ke Pekalongan untuk jadi GM. Saya ambil, kapan lagi bisa naik lagi. Setelah di Pekalongan, kemudian kemarin ditawari untuk balik lagi ke Solo sebagai GM. Per Oktober kemarin saya kembali ke Solo,” jelas ibu tiga anak ini.

Lingkungan keluarga sebagai pendidik serta background pendidikannya sebagai pendidik pada akhirnya sangat mempengaruhi Sendang dalam berkarir.

“Pada akhirnya orang tua juga tidak apa –apa saya memilih kerja di hotel. Dan ternyata di perhotelan itu segi mendidiknya juga ada. Karena begitu kita jadi leader, otomatis punya subordinat dibawahnya yang bisa sharing ilmu,” tutur dia.

Sendang mengaplikasikan ilmu pendidikannya saat memberikan training dan breafing ke karyawan. Meski bukan sejatinya sebagai guru, di situlah Endang mentransfer ilmu kepada anak buahnya.

Ditanya tentang mimpinya yang belum terwujud mengingat saat ini sudah menduduki puncak karir, istri Dwi Widaryato ini bercita-cita untuk membuka usaha penitipan anak dengan konsep pendidikan anak.

“Saya ingin membuka penitipan anak. Nanti di situ kita ajarin dan ada educationnya. Ilmu pendidikan jalan, bermanfaat. Karena saya merasakan sendiri kalau pembantuku pulang, saya harus telpun ibu, kakak. Ke depan saya yakin akan semakin berkembang. Wanita-wanita semakin banyak yang berkarir,”ujar dia.

 

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge