0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ingin Produk Indonesia Lebih Dikenal Di Luar Negeri

Michael Na (foto: David)

Timlo.net – Ada pepatah mengatakan jika manusia boleh berencana tapi Tuhan yang menentukan. Hal ini juga dialami oleh Managing Director Intrafood, Michael Na. Pria lulusan Mechanical Engineering Virginia Tech University, Amerika Serikat (AS) ini harus kehilangan sang ayah, Na Sing Hie yang meninggal pada 2004. Sebagai anak sulung, Michael harus kembali ke Solo pada 2010 untuk menggantikan dan meneruskan kepemimpinan sang ayah.

Walaupun memiliki passion untuk meneruskan bisnis keluarga, tapi bukan perkara mudah mengelola Intrafood karena latar belakang pendidikannya yang berbeda.

“Bidang usaha sama sekali berbeda dengan bidang usaha yang saya kutati di Amerika, otomatis juga sedikit shock juga. Selain dari bisnis yang berbeda, juga SDM dan budaya di Indonesia itu sangat berbeda dengan di luar negeri. Banyak penyesuaian di tahun-tahun pertama,” ujarnya saat dijumpai di kantornya, Jl Ir. Juanda No. 235, belum lama ini.

Sekalipun banyak yang harus dipelajari, Michael tidak merasa terbebani. Dia merasa tertantang untuk menguasai bidang bisnis baru ini. Setelah itu, Michael mulai melakukan beberapa perombakan, salah satunya adalah perombakan manajemen.

“Waktu itu semuanya masih serba manual. Jadi kita melakukan standarisasi di kantor terlebih dahulu dengan mendatangkan ISO 9001, standar yang sudah diakui secara internasional. Staf dari atas ke bawah seolah-olah sedikit dipaksa untuk mengikuti standar tersebut,” terang pria yang hobi bermain tenis ini.

Setelah melakukan perombakan, dia mulai memiliki keinginan untuk mempromosikan produk-produk Indonesia ke luar negeri.

“Kenapa kita tidak bisa seperti negara-negara tetangga yang bisa mengekspor produk-produk yang lebih signifikan dari cuman sambal, kecap, mie instan. Yang notabenenya lebih banyak dibeli orang-orang kita di sana, hanya sedikit para bule yang membelinya,” terang Michael.

Dia merasa jika Indonesia bisa jauh lebih baik dari itu. Michael lantas mencontohkan beberapa negara Asia yang produk-produknya dikenal sebagai produk berkelas dunia. Misalnya Sri Lanka dengan teh Dilmah.

“Kalau Anda pakai teh Dilmah di kafe Anda berarti kafe Anda kafe mahal, kafe keren. Itu kan istilahnya kan sudah kuat brandnya,” katanya.

Oleh karena itu, Michael merilis produk Singabera, produk yang khusus untuk pasar internasional. Singabera sendiri merupakan kata Sansekerta untuk jahe.

“Kita kasih lemongrass, kayu manis. Orang-orang Eropa itu kan sukanya ke sana bukan sukanya kencur, dan palawija,” terangnya.

Produk ini dirilis pada 2012 dan selama tiga tahun terakhir sudah diekspor ke negara seperti Australia, Amerika, Jepang, Cina, Hong Kong, dan Singapura. Produk-produk ekspor Intrafood sendiri saat ini menyumbang 15 persen dari seluruh produksi pabrik.

Selain itu, Michael berencana merilis produk Granola, yaitu salah satu jenis makanan yang mulai booming di luar negeri yang terdiri dari kacang-kacangan, buah-buahan, dan oat. Tapi granola yang akan dirilisnya mengambil buah-buahan lokal.

“Misalnya kita pakai kacang mete dari Wonogiri. Salak dari Sleman, nanas dari Flores. Kita terangkan dari mana asal buah yang kita pakai,” kata Michael. Dia beranggapan kandungan buah lokal itu akan menjadi daya tarik bagi produknya saat dirilis di luar negeri.

 

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge