0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Siswi SMP Ini Dihamili Pacar, Kemudian Dinikahkan

ilustrasi pelecehan seks anak (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Dh (14), siswi kelas IX salah satu SMP swasta di Jembrana terpaksa dinikahkan setelah diketahui hamil diluar nikah. Sayangnya, pernikahan itu digelar tanpa kehadiran sang ayah, para pengurus adat juga angkat tangan dan enggan untuk hadir sebagai saksi.

Informasi yang didapat, Dh selama ini tinggal bersama kakeknya karena kedua orang tuanya bercerai. Sementara itu, ayah Dh berinisial PL (38) jarang menengok dirinya karena kerjanya mengamburkan uang dari cafe satu ke cafe lainnya.

“Saat anak itu hamil, kemudian pacarnya mau nikahi. Keluarganya menikahkan, kami selaku warga adat tidak berani bertanggung jawab karena masih di bawah umur,” ujar salah seorang warga adat di Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali , Kamis (3/12).

Tidak hanya itu, Desa adat enggan bersaksi di upacara pernikahan Dh lantaran PL ayahnya tidak kunjung muncul saat pernikahan anaknya. Bahkan pihak desa adat enggan menyelesaikan pernikahan tersebut lantaran PL tidak terdaftar sebagai warga adat Pekutatan dan juga tidak pernah hadir dalam kegiatan adat suka dan duka selama ini.

“Kabarnya orangtua dari anak SMP itu, sedang ada kasus penggelapan motor dan kabur,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Pekutatan Nyoman Suarka dikonfirmasi melalui telpon membenarkan Bunga pernah menjadi siswi di sekolahnya. Namun menurutnya Bunga telah pindah sekolah sejak dua bulan sebelum diketahui hamil dan menikah. Permohonan pindah sekolah itu diajukan oleh kakeknya.

“Dia (Bunga) memang pernah menjadi siswi kami, tapi dua bulan lalu dia pindah dan yang mengajukan permohonan pindah kakeknya,” terang Suarka, Kamis (3/12).

Menurutnya Bunga pindah ke salah satu SMP Swasta di kota Negara, namun Suarka mengaku tidak tahu sekolah swasta mana yang dimaksud karena dalam permohonan pindah tersebut tidak dicamtumkan sekolah yang dituju.

“Tapi belakangan justru kami mendengar kalau anak itu hamil dan menikah. Jadi karena sudah pindah dari sekolah kami, anak itu sudah bukan tanggung jawab kami lagi,” kilah Suarka.

[tyo]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge