0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dikira Beras Sumbangan, Ternyata Raskin Bermasalah

timlo.net/nanin
Sebanyak 215 raskin warga Bengle, Wonosegoro, yang diduga dijual masih dititipakan di penggilingan padi (timlo.net/nanin)

Boyolali – Paska penangkapan truk pengangkut raskin oleh Polsek Klego berbuah penyesalan bagi pemilik penggilingan padi Pasar Ngegot, Sumberagung, Klego, Maryani. Sebab, 215 karung raskin yang hendak dibelinya dari Kades Bengle itu ternyata bermasalah hukum. Untuk sementara, raskin bermasalah itu dititipkan di penggilingan padi miliknya.

“Saya kan ditelpon Pak Kades, katanya mau jual beras sumbangan, Ya saya bilang mau, tapi harganya turun, beras kemudian dikirim ke sini,” kata Muryami ditemui di penggilingan padinya, Kamis (3/12).

Muryami juga mengakui, 215 karung beras raskin tersebut belum dibayar. Dirinya baru mengetahui beras sumbangan tersebut adalah raskin setelah pihak berwajib mendatanginya.

“Kalau disini sudah biasa menjual beras sumbangan untuk biaya perbaikan jalan,” tambahnya.

Selain itu, banyak juga warga sekitar yang menjual raskin dan menukarnya dengan beras yang kualitasnya lebih bagus dan layak dimakan. Sementara, beras raskin tersebut dibeli Rp 90 ribu perkarung, atau Rp 6.700 hingga Rp 7.000 per kilogramnya.

Sementara itu, truk pengangkut raskin tersebut masih ditahan di Polsek Klego. Petugas juga masih melakukan penjagaan dan menerapkan siaga 1, guna menghindari amuk warga Bengle. Rencananya, polisi akan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kasus ini.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge