0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelapor dan Saksi Benarkan Kampanye Istri Anung di Pengajian

timlo.net/daryono
Pelapor dan Saksi diklarifikasi Ketua Panwaslu Solo, Sri Sumanta (timlo.net/daryono)

Solo – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Solo mulai melakukan klarifikasi dugaan pelanggaran netralitas pegawai negeri sipil (PNS) yang dilakukan oleh PNS Pemkot Solo yang juga istri calon walikota Solo Anung Indro Susanto, Sri Subhakti. Kamis (3/12), Panwaslu memeriksa pelapor dan saksi.

Pelapor yakni Sri Waluyo, warga Semanggi, hadir memenuhi panggilan Panwaslu sekitar pukul 14.00 WIB. Ia datang bersama pelapor lainnya yakni Budi Susanto dan dua saksi yakni Siti Jariyah dan Ari Kristiani. Keempatnya diklarifikasi oleh Ketua Panwaslu Sri Sumanta secara bersamaan. Klarifikasi berlangsung kurang lebih satu jam.

“Saya melaporkan kasus ini merupakan inisiatif sendiri. Soalnya, pengundang acara pengajian itu juga petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). Kenapa petugas KPPS kok malah membiarkan pelanggaran terjadi,” kata Sri Waluyo usai diklarifikasi.

Ketua Panwaslu Solo, Sri Sumanta mengatakan dari hasil klarifikasi, pelapor dan saksi membenarkan kehadiran istri Anung, Sri Subhakti dalam pengajian di Majelis Taklim Putri Masjid Darul Ma’arif, RT 1 RW XIII, Semanggi, pada 30 November lalu. Oleh pengurus pengajian, Sri Subhakti kemudian diberi waktu untuk berbicara.

“Yang bersangkutan (Sri Subhakti) mengenalkan diri sebagai istri Cawali Anung. Dia menyampaikan permohonan doa restu. Selain itu, jika di TPS 40 bisa menang 80 persen untuk Anung, akan dipiknikkan kemana aja, sehari. Selain itu, ditanya juga apakah sudah punya seragam atau belum. Karena dijawab belum, dijanjikan pula akan diberikan seragam,” terang Sumanta.

Sumanta melanjutkan, Sri Subhakti tidak hadir sendiri. Dia datang ke pengajian bersama seorang temannya bernama Indri. Indri ini yang kemudian membagikan leaflet Anung-Fajri (AFi) kepada peserta pengajian.

Panwaslu menduga, terdapat beberapa pelanggaran dalam kasus tersebut. Pertama, pelanggaran penggunaan tempat ibadah sebagai kegiatan kampanye. Kedua, kampanye di luar jadwal mengingat kegiatan pengajian dilakukan pada 30 November yang merupakan jadwal kampanye pasangan nomor urut 2, FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo. Ketiga, pelanggaran netralitas PNS mengingat Sri Subhakti merupakan PNS aktif Pemkot Solo.

“Meskipun sebagai isti Anung, dia (Sri Subhakti) tidak boleh berkampanye. Posisinya melekat sebagai PNS,” ujar Sumanta.

Sumanta melanjutkan, Panwaslu masih akan memanggil penyelenggara pengajian dan Sri Subhakti untuk diminta klarifikasi. Pemanggilan penyelenggara kegiatan dilakukan malam ini sementara Sri Subhakti dipanggil Jumat (4/12) malam.

“Klarifikasi bu Anung besok malam karena siang kan jam kerja. Surat panggilan kita layangkan hari ini,” jelas dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge