0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Survei Panas Bumi di Lawu, Bupati Belum Tentukan Sikap

Gunung Lawu (ilustrasi) (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Untuk menentukan titik mana saja yang potensial untuk dieksplorasi dan kemudian digunakan sebagai pembangkit listrik. Kementerian Ekonomi Sumberdaya Mineral (ESDM) berencana melakukan survei panas bumi di Gunung Lawu dalam waktu dekat ini.

“Pihak Kementerian ESDM sudah menemui saya dan berencana melakukan survei di gunung Lawu,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono, Kamis (3/12).

Menurut Juliyatmono, pertemuan dilakukan untuk melakukan paparan terkait rencana eksplorasi yang akan dilakukan di gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut. Dalam pemaparan itu disebutkan tahapan-tahapan yang dilalui sebelum proses eksplorasi benar-benar dilakukan.

“Tahapan paling dekat yang dilakukan adalah survei dan pengambilan sampel panas bumi di lereng Lawu,” jelas Bupati.

Dari survei itu, lanjut Bupati, nantinya akan diambil kebijakan apakah potensi yang ada bisa benar-benar dimanfaatkan untuk pembangkit listrik atau tidak.

“Dari pemaparan yang ada potensi listrik yang dihasilkan mencapai 165 Megawatt,” ucap Juliyatmono.

Meski Kementerian ESDM telah berkoordinasi terkait rencana survei dan pengambilan sampel tersebut, Bupati sampai saat ini belum menentukan sikap. Menurutnya, ia akan mencari tahu terlebih dahulu metode untuk survei dan pengambilan sampel itu seperti apa. Jangan sampai, kata dia, survei itu justru menjadi awal kerusakan lingkungan yang bakal terjadi di Gunung Lawu.

Jika metode yang digunakan tidak ramah lingkungan, pihaknya meminta hal itu tidak dilakukan. Bahkan lebih jauh, pihaknya juga meminta kepada Kementerian ESDM untuk mengurungkan niatnya melakukan eksplorasi di Gunung Lawu. Itu semua. kata Bupati, demi kelestarian alam yang ada di Gunung Lawu.

Selain itu ia khawatir proses eksplorasi itu bakal merusak sumber daya air yang ada. Padahal selama ini air tersebut merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat lereng Gunung Lawu dan Karanganyar pada umumnya.

“Kalau bisa dialihkan ke tempat lain, saya berharap lebih baik dialihkan, saya akan berusaha untuk menolak sesuai dengan kemampuan dan kewenangan saya,” ucapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge