0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Yayuk, Guru Peraih Gelar Terbaik 1 Anugerah Konstitusi

Rahayuningsih (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Profesi sebagai guru telah menjadi pilihan Rahayuningsih sejak umur sekitar 17 tahun. Berawal dari statusnya sebagai guru tidak tetap (GTT) di SMK Muhammadiyah 4 Solo sejak 1998, setelah lulus SPGN Surakarta, langsung mengajar mata pelajaran PPKn dan mengampu ekstrakurikuler Pramuka dan Karya Ilmiah Remaja (KIR).

“Guru sudah menjadi cita-citanya sejak lama,” ungkap Rahayuningsih, kepada wartawan saat menemuinya, kemarin.

Rahayuningsih mengatakan,  status sebagai GTT dengan jam mengajar yang masih terbatas dulu, justru dimanfaatkan  untuk terus mengembangkan dirinya, termasuk melanjutkan studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS).

Bahkan saat sudah diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) hingga berstatus sebagai PNS pun, Rahayuningsih tidak hanya puas dengan gelar Sarjana Strata 1, melainkan terus melanjutkan ke program Pascasarjana, hingga bisa meraih gelar doktor.

Sejak mengawali karirnya sebagai guru, sederet prestasi dan penghargaan pun telah diraih Rahayuningsih yang akrab dipanggil Bu Yayuk di SMK Muhammadiyah 4 Solo, dari berbagai lomba dan kompetisi yang pernah diikuti.

Belum lama ini, Bu Yayuk meraih gelar Terbaik 1 Anugerah Konstitusi bagi Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Berprestasi tingkat Nasional 2015 jenjang SMA/MA. Bahkan dalam waktu yang hampir bersamaan, Bu Yayuk berhasil meraih Juara I Lomba Forum Ilmiah Guru (FIG) tingkat Nasional 2015 yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

‪Rahayuningsih menyatakan, menjadi guru itu tidak cukup hanya pintar saja tapi juga harus inovatif, terutama dalam mengembangkan metode pembelajarannya. Salah satunya diwujudkan dalam bentuk karya ilmiah. Namun selain itu, juga harus didukung dengan portofolio.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge