0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sepakat Dipindah, Agen Bus Ajukan Syarat

timlo.net/aditya wijaya
Agen tiket bus di Bendogantungan (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Sejumlah agen tiket bus antar kota antar propinsi (AKAP) tidak mempermasalahkan rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten terkait larangan menaikkan dan menurunkan penumpang di luar Terminal baru Soekarno Klaten.

“Enggak masalah disuruh pindah ke terminal (Soekarno). Asalkan kita juga disediakan kios disana. Bahkan membayar (kios) juga enggak apa-apa,” kata agen penjualan tiket bus di Bendogantungan, Kecamatan Klaten Selatan, Joko (44), Rabu (2/12).

Kendati demikian, menurut pria yang sudah berjualan tiket bus sejak tahun 1999 ini, Dishub harus membuka komunikasi dengan seluruh agen yang tersebar dari Prambanan hingga Delanggu. Tidak serta merta dipindah dan dijadikan satu di dalam terminal yang terletak di Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah itu.

“Ini kan soal urusan perut. Mungkin kami setuju pindah dan kalau perlu nyewa kios juga enggak masalah. Takutnya nanti tumpang tindih dengan agen tiket bus yang memiliki jurusan dan agen bus sama yang lebih dulu disana. Malah muncul konflik baru, sehingga perlu diantisipasi juga dampak sosialnya,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan agen tiket bus lainnya, Suci (38). Dia mengaku sudah mendengar rencana tersebut saat sosialisasi di kantor Dishub menjelang Lebaran Juli Lalu.

“Setuju saja apa kata pemerintah. Tapi harus dibicarakan lagi dengan teman-teman lainnya karena menyangkut urusan cari makan. Kalau disini (Bendogantungan), ada sekitar 15 agen mas,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge