0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Angkat Batik Lokal Menjadi Brand Wonogiren

Empat model, pamerkan Batik Wonogiren disela-sela Festival Batik (timlo.net/wonogiri)

Wonogiri — Sebanyak 17 peserta mengisi stand yang disediakan panitia Festival dan Bazar Batik 2015 di Lapangan Bantarangin, Wonogiri Kota. Meski di bawah guyuran hujan, perajin batik lokal Wonogiren nampak antusias. Selain nguri-nguri budaya jawa, festival ini juga salah satu upaya mengangkat batik lokal Wonogiri lebih dikenal masyarakat luas.

“Ini produk kerajinan kami sendiri, dengan corak khas Wonogiren,” ujar pemilik batik tulis TSP asal Kecamatan Tirtomoyo, Sri Lestari, Rabu (2/12).

Menurut Sri Lestari, ciri Batik Wonogiren ini sudah mendapatkan pengakuan dan sesuai surat keputusan (SK) bupati Wonogiri Nomor 431/03/501/1993. Sedang, usaha batik sendiri dia rintis sejak 2005 silam, pangsa pasarnya hingga Medan dan Papua. Soal harga, kata Sri, cukup terjangkau. Satu potong kain batik TSP dibandrol Rp 80 Ribu hingga Rp 100 Ribu.

“Ciri Batik Wonogiren ini empat ada pakemnya, dan tidak dimiliki daerah lain, yakni corak bledak, dasaran kain jene (kuning kecoklatan), kemudian ciri khas sekaran (lukisan bunga) lalu yang terakhir ada ciri babaran (guratan) nya pecah,” jelasnya.

Sementara itu, Panitia Festival Batik dan Bazar 2015, Joko Sutopo menegaskan, festival ini merupakan upaya untuk mengangkat branded Batik Wonogiren. Nantinya diharapkan terjadi efek domino yang akan berimbas bagi peningkatan perekonomian Wonogiri.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge