0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Home Industri Miras Palsu Digerebeg Polisi

Gelar perkara miras palsu di Satreskrim Polres Karanganyar (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Satuan Reserse Kriminal Polres Karanganyar menggerebeg home industri pembuatan minuman keras oplosan di Dusun Dawung, Desa Kemiri Kecamatan Kebakkramat. Industri rumahan ini mengoplos alkohol, minuman bersoda dan pewarna minuman menjadi minuman keras bermerk. Diantaranya Red Label, Black Label dan Chivas. Selain mengamankan puluhan botol minuman keras palsu polisi juga empat orang yang diduga sebagai pelaku pemalsuan miras.

“Pelaku mengumpulkan botol-botol kosong dari pemulung, kemudian dibersihkan sampai siap pakai. Selanjutnya, dia membuat ramuan dengan komposisi tertentu, sebab kita mendapatkan barang bukti alat pembuat racikan minuman keras. Kemasan cukup rapi bahkan disegel sehingga mirip dengan yang asli,” jelas Kasubag Humas Polres Karanganyar AKP Rohmat, Rabu (2/12).

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Andry Ilyas mengatakan keempat tersangka masing-masing AR, DS, NY, SR dan SL mengoplos beberapa bahan menjadi beraneka minuman keras. Para tersangka juga menjual berbagai merek seperti Chivas, Black Label, Red Label palsu tersebut seharga Rp 80 Ribu hingga Rp 90 Ribu per botol. Jauh dari harga minuman aslinya yang mencapai Rp 1,2 Juta.

“Tersangka sudah menjual ke berbagai daerah bahkan sampai ke Yogyakarta,” jelas AKP Andry Ilyas.

Rumah salah satu tersangka AR alias Kenthir (32) dijadikan tempat pengoplosan. Polisi menyita barang bukti berupa 278 label palsu Mansion House merk Vodka, 68 label palsu Mansion House merk Whisky, serta 412 tutup botol Mansion House palsu. Selain itu polisi juga menyita 278 botol Vodka palsu, 68 Whisky palsu dan 549 Mansion House palsu siap jual.

Selanjutnya, atas perbuatannya tersebut pelaku akan diancam hukuman Pasal 142 juncto Pasal 91 ayat 1, UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan ancaman selama lamanya 2 tahun dan denda paling banyak Rp 4 Miliar. Kemudian, Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 1 AEF UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan diancam hukuman selama-lamanya 5 tahun dan denda Rp 2 Miliar. Serta, Pasal 204 ayat 1 KUH Pidana dengan ancaman penjara selama-lamanya 15 tahun.

“Kita akan memeriksa kandungan di dalamnya. Kalau memang mengandung bahan yang membahayakan konsumen, akan kita jerat dengan pasal perlindungan konsumen dan undang-undang pangan tadi,” jelas Andry.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge