0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bripda Taufik cs Jalani Sidang Perdana

timlo.net/nanin
Sidang perdana kasus penganiayaan dan pembakaran di Blagung, Simo, yang melibatkan Bripda Taufik anggota Sabara Polres Wonogiri (timlo.net/nanin)

Boyolali — Kasus penganiayaan dan pembakaran yang menimpa Edi Susanto, warga Blagung, Simo, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Boyolali, Rabu (2/12). Duduk di kursi pesakitan Bripda Taufik Ismail, anggota Sabara Polres Wonogiri dan lima terdakwa lainnya. Sedangkan agenda siang itu pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum.

”Keenam terdakwa telah melakukan pembunuhan berencana. Terdakwa dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 338 jo 55 KUHP, pasal 170 KUHP, dan Pasal 354 KUHP. Pasal utamanya 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,” ungkap Jaksa Penuntut Umum, Muhandas, dalam dakwaanya.

Selain Bripda Taufik Ismail (23), lima terdakwa lainnya adalah Agus Renaldy (26), Samsul Bakri (25), Nur Cahyadi (18), Muhammad Mudhakir (25), dan Eko Ady Saputro (24). Dalam dakwaannya, JPU menyebut perbuatan terdakwa sangat sadis. Selain melakukan penganiayaa, terdakwa juga menodongkan pistol ke mulut korban dan membakar korban hidup-hidup. Akibat aksi pembakaran tersebut, korban menderita luka bakar 70 persen. Meski sempat dirawat di rumah sakit, korban akhirnya meninggal dunia.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, Alif Arifin, menyatakan pada sidang perdana itu tidak akan mengajukan pembelaan. Sebab, pasal yang didakwakan JPU yakni 340 KUHP oleh tidak tepat. Karena, klienya sama sekali tidak melakukan pembunuhan berencana sesuai dalam pasal tersebut.

“Nanti kita akan lakukan pembelaan dalam sidang berikutnya,” ungkap Alif Arifin ditemui usai persidangan.

Jalannya persidangan juga dihadiri keluarga terdakwa. Mereka terlihat antusias mengikuti persidangan. Sementara itu, keenam terdakwa selama mengikuti persidangan terus menundukkan kepala.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge